Viral! Video Syur 13 Menit, Diduga Mahasiswa KKN di Lombok Timur

banner 468x60

Ilustrasi.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

LOMBOK, Radarjakarta.id — Media sosial kembali diguncang isu panas. Sebuah video asusila berdurasi belasan menit mendadak viral dan menyeret nama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sosok pria dalam rekaman itu bahkan disebut-sebut sebagai ketua kelompok KKN.

Rekaman yang menyebar luas melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp tersebut berdurasi 13 menit 17 detik. Video itu diduga direkam di sebuah kamar yang disebut-sebut sebagai posko KKN di salah satu desa di Lombok Timur.

Dalam potongan video yang beredar, tampak sepasang pria dan perempuan berada di atas ranjang dengan sprei merah bermotif bunga. Isu ini dengan cepat menyulut spekulasi publik dan menyeret identitas mahasiswa KKN ke pusaran kontroversi.

Kepala Desa Akui Pria di Video Mahasiswa KKN

Kepala desa setempat membenarkan bahwa pria yang muncul dalam video tersebut memang pernah melaksanakan KKN di wilayahnya. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui waktu, lokasi pasti, maupun proses perekaman video yang kini viral.

“Benar, yang bersangkutan KKN di desa kami. Tapi soal video itu, saya sama sekali tidak tahu,” ujar kepala desa.

Ia juga menyebut pria tersebut diduga merupakan ketua kelompok KKN. Meski demikian, seluruh rangkaian KKN di desa tersebut telah resmi berakhir dan mahasiswa sudah ditarik kembali oleh pihak kampus sejak 5 Februari 2026.

“Mereka menyewa rumah warga sebagai posko. Masa KKN sudah selesai dan mahasiswa sudah pulang,” tambahnya.

Polisi Turun Tangan Selidiki Asal-Usul Video

Kepolisian Resor Lombok Timur tak tinggal diam. Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman, menyatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran dan sumber video yang beredar luas tersebut.

“Kami masih melakukan pengecekan dan penelusuran terkait keaslian serta asal-usul video itu,” tegas Nicolas.

Penyelidikan difokuskan pada kemungkinan pelanggaran hukum, termasuk penyebaran konten asusila dan dugaan pencemaran nama baik.

Universitas Mataram Tegas: Informasi Hoaks

Di tengah derasnya spekulasi publik, Universitas Mataram (Unram) akhirnya angkat bicara. Kampus dengan tegas membantah keterlibatan mahasiswinya dalam video tersebut.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram, Joko Jumadi, memastikan perempuan dalam video itu bukan mahasiswi Unram.

“Ini isu lama. Tidak mungkin terkait KKN yang baru saja selesai. Penarikan mahasiswa KKN Unram baru dilakukan 5 Februari 2026,” jelasnya.

Menurut Joko, pihak kampus telah melakukan pengecekan mendalam, termasuk pencocokan identitas dan wajah. Hasilnya, ditemukan perbedaan yang signifikan dengan mahasiswi Unram.

Unram juga memberikan pendampingan psikologis kepada seorang mahasiswi Fakultas Teknik yang merasa terdampak akibat isu liar yang mengaitkan wajahnya dengan video tersebut.

“Kami juga menelusuri siapa pihak yang pertama kali mengaitkan video ini dengan KKN Unram. Itu yang sedang kami dalami,” tegas Joko.

Kasus Jadi Sorotan Publik

Viralnya video ini menjadi peringatan serius soal bahaya penyebaran konten tanpa verifikasi serta dampaknya terhadap korban yang tidak bersalah. Aparat kepolisian dan pihak kampus kini sama-sama bergerak untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus memutus rantai disinformasi.

Kasus ini masih berkembang dan publik diimbau tidak menyebarkan ulang video maupun spekulasi yang belum terbukti kebenarannya.| Regina*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.