MEDAN, Radarjakarta.id — Dari balik tembok besi, suara suci Al-Qur’an menggema di Masjid Asy-Syakirin, Sabtu (7/2/2026). Momen luar biasa terjadi ketika seorang warga binaan Lapas Kelas I Medan, yang tengah menjalani hukuman berat, dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an pada Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Helvetia ke-59.
Kedalaman spiritual dan kematangan iman warga binaan itu membuat seluruh hadirin terpana, membuktikan bahwa nilai keimanan dan kemanusiaan tetap tumbuh meski di balik jeruji besi. Tak sekadar menjadi simbol, kehadiran warga binaan ini menegaskan bahwa pembinaan di lapas bisa menyentuh hati dan memberi harapan nyata bagi perubahan diri.
Camat Medan Helvetia, Junedi, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi Lapas Kelas I Medan.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana membangun iman, karakter, dan kebersamaan. Kehadiran warga binaan hari ini menunjukkan pembinaan berjalan efektif dan memberi ruang bagi perubahan,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan MTQ diwarnai Lagu Indonesia Raya, Mars MTQ, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan warga binaan. Acara dihadiri tokoh agama, unsur pemerintah, serta masyarakat setempat, menegaskan harmoni antara pemasyarakatan dan penguatan spiritual masyarakat.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan, “Pintu perubahan dan perbaikan diri tidak pernah tertutup, bahkan bagi warga binaan dengan hukuman terberat sekalipun. Pembinaan spiritual adalah fondasi utama membentuk karakter yang bermartabat.”
Momentum MTQ ke-59 ini menjadi bukti nyata: pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tapi ruang untuk menumbuhkan iman, akhlak, dan harapan menuju masa depan lebih baik. Dari balik jeruji, kini terdengar gema Al-Qur’an yang menginspirasi seluruh Helvetia.| Dita*











