JAKARTA, Radarjakarta.id – Gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi persoalan serius di Indonesia dan berdampak langsung pada capaian pendidikan, produktivitas kerja, hingga kualitas hidup masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation hari ini resmi meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia.
“Peluncuran hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia,” ujar perwakilan dari Kementerian Kesehatan dalam Essilor Official Launch of The Strengthening Acces to Eye Health Service in IndonesiaOne yang berlangsung di Gedung P3KD, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Senin (2/2/2026).
Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata di Indonesia akan diperkuat melalui pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun, guna menjawab kesenjangan utama dalam upaya pencegahan dan intervensi dini kesehatan mata.
Program tersebut mencakup pelatihan dasar kesehatan mata dan skrining penglihatan bagi 900 perawat puskesmas, penguatan 15 Vision Center di berbagai wilayah, penyediaan 50.000 kacamata koreksi bagi masyarakat dengan kelainan refraksi, serta peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya pemeriksaan mata secara rutin sebagai upaya pencegahan gangguan penglihatan.
“Gangguan penglihatan dapat berdampak besar terhadap pendidikan, produktivitas, dan kualitas hidup. Banyak gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah atau dikoreksi jika terdeteksi sejak dini, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,” tambahnya.
Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara, Patricia Koh menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra lokal dalam meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas.
“Kemitraan ini mencerminkan komitmen OneSight EssilorLuxottica Foundation terhadap upaya pencegahan dan dampak jangka panjang kesehatan mata,” ungkap Patricia Koh.
Sebagai bagian dari peluncuran kemitraan ini, telah dilaksanakan kegiatan skrining penglihatan bagi masyarakat yang mencakup pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen inisiatif ini dalam menghadirkan aksi nyata untuk menjawab kebutuhan kesehatan mata di tingkat komunitas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.
Inisiatif ini selaras dengan prioritas kesehatan nasional Indonesia serta berkontribusi pada komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO), yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata secara global dan membantu lebih banyak orang melihat dengan lebih jelas.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.











