MAKASSAR, Radarjakarta.id — Atmosfer politik memanas di Makassar. Ribuan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tumpah ruah menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, yang tiba di Hotel Claro Makassar, Jumat malam, 30 Januari 2026. Penyambutan itu berubah menjadi lautan euforia yang menggema hingga ke balkon hotel.
Jokowi tiba sekitar pukul 21.10 WITA usai bertolak langsung dari Semarang. Sejak iring-iringan kendaraan memasuki area hotel, kader PSI yang mengenakan seragam putih langsung memadati lobi. Sorak sorai, tepuk tangan, dan ratusan ponsel terangkat merekam setiap langkah Jokowi memasuki arena Rakernas.
Yel-yel “Hidup Jokowi!”, teriakan “Jokowi! Jokowi! Jokowi!”, hingga seruan khas “Gajah!” menggema silih berganti. Nuansa politik terasa kental, menandai kehadiran tokoh sentral yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina PSI sekaligus figur kunci dalam konsolidasi partai.
Mengenakan batik krem berlengan panjang dipadu topi putih, Jokowi tampak santai namun penuh wibawa. Pengamanan berlangsung ketat, namun rangkaian penyambutan berjalan tertib dan kondusif. Usai disambut, Jokowi langsung diarahkan menuju holding room hotel.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPW PSI Sulawesi Selatan, Andi Ikhsan Hamid, menegaskan bahwa kehadiran Jokowi menjadi agenda puncak Rakernas PSI yang telah memasuki hari ketiga.
“Arahan Pak Jokowi dijadwalkan sekitar pukul 11.00 WITA, setelah rapat pleno hasil Rakernas. Setelah itu penutupan,” ujar Andi Ikhsan.
Ia menilai arahan Jokowi krusial untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus menegaskan arah dan strategi politik PSI ke depan.
Hal senada disampaikan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, yang menyebut Jokowi akan memberikan pengarahan setelah penyampaian resolusi Rakernas. PSI, kata Ali, memberi ruang penuh bagi Jokowi untuk berbicara secara bebas kepada kader.
“Kami tidak mengatur isi arahan. Beliau sangat paham konteks dan kebutuhan PSI saat ini,” kata Ahmad Ali.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep telah memastikan kehadiran Jokowi saat pembukaan Rakernas, Kamis (29/1). Dalam sambutannya, Kaesang bahkan sempat melontarkan candaan soal belum hadirnya Ketua Dewan Pembina PSI saat itu, yang disambut tawa dan tepuk tangan kader.
Rakernas PSI di Makassar menjadi momentum konsolidasi nasional, sekaligus panggung penting untuk mengunci strategi dan positioning politik PSI menghadapi dinamika nasional ke depan. Kehadiran Jokowi menjadi sinyal kuat bahwa Rakernas ini bukan sekadar agenda internal, melainkan peristiwa politik nasional yang menyita perhatian publik.***











