MIMIKA, Radarjakarta.id – Papua Tengah kembali digemparkan oleh fenomena langka: hujan salju menyelimuti kawasan Tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Mimika, Senin (26/1/2026). Suasana pegunungan yang biasanya panas tiba-tiba berubah menjadi putih bersalju, menarik perhatian pekerja hingga warga sekitar.
Sejumlah pekerja terlihat antusias bermain salju dan berswafoto, momen yang langsung viral di media sosial. Fenomena ini memang jarang terjadi, tapi bukan pertama kali. Hujan salju sebelumnya tercatat pada 2015, 2019, dan 2023.
Menurut BMKG Timika, suhu ekstrem di Pegunungan Tengah Papua menjadi penyebab turunnya salju. Forecaster Steven Yawan menjelaskan, wilayah Tembagapura berada di ketinggian lebih dari 3.000 kaki, dengan suhu saat hujan salju diperkirakan 6–8°C. “Karena lebih dingin, butiran hujan tidak mencair dan jatuh sebagai salju,” jelasnya.
Perbedaan suhu ini sangat mencolok dibandingkan Kota Timika yang bisa mencapai 30–35°C. Fenomena ini juga dipengaruhi topografi dan kondisi cuaca ekstrem di wilayah pegunungan. BMKG menekankan, meski langka di wilayah tropis, hujan salju di Grasberg merupakan bagian dari karakteristik cuaca normal Pegunungan Tengah Papua.
Fenomena alam ini memicu kehebohan publik, sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia, meski tropis, menyimpan kejutan cuaca ekstrem di wilayah tinggi.|Lukas*











