JAKARTA, Radarjakarta.id – Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu suara emasnya. Lucky Widja, vokalis band legendaris Element, mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 25 Januari 2026, di usia 49 tahun.
Kepergian Lucky meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga jutaan penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu Element.
Kabar wafatnya Lucky pertama kali menyebar cepat di kalangan wartawan dan insan musik sejak Minggu malam. Dalam pesan duka yang beredar, disebutkan Lucky meninggal dunia di Rumah Sakit Halim, Jakarta Timur, pada pukul 22.26 WIB. Hingga kini, pihak keluarga belum menyampaikan pernyataan resmi terkait penyebab meninggalnya almarhum.
Suasana haru semakin terasa setelah Ferdy Tahier, rekan duet sekaligus sahabat Lucky di Element, menuliskan pesan perpisahan yang sangat emosional melalui akun Instagram pribadinya. Ferdy menyebut Lucky bukan sekadar partner di atas panggung, tetapi juga saudara yang menemaninya dalam perjalanan panjang bermusik.
“Selamat jalan sahabat gue, ade gue, partner gue di panggung. Lo udah tenang, gak sakit lagi, gak butuh cuci darah lagi, gak perlu oksigen lagi. Lo happy sekarang, bisa muda lagi,” tulis Ferdy, disertai ungkapan kesedihan karena harus melanjutkan panggung tanpa Lucky di sisinya.
Dalam unggahan itu, Ferdy juga mengungkapkan harapannya agar Lucky mendapatkan husnul khotimah, serta keyakinan bahwa suatu hari mereka akan kembali bertemu. Unggahan tersebut sontak dibanjiri komentar duka dari musisi, selebritas, dan penggemar.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Lucky Widja langsung dimandikan di rumah sakit dan kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Senin, 26 Januari 2026, setelah salat Dzuhur, di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Lucky Widja dikenal luas sebagai salah satu ikon vokalis band Element, grup musik yang berdiri sejak 1997 dan melejit dengan sederet lagu hits lintas generasi. Lagu-lagu seperti “Rahasia Hati”, “Persembahan dari Surga”, “Kupersembahkan Nirwana”, dan “Cinta Tak Bersyarat” menjadi soundtrack kehidupan banyak pendengarnya hingga hari ini.
Sebelum namanya melambung di dunia musik, Lucky lebih dulu dikenal sebagai cover boy majalah remaja pada era 1980–1990-an. Ia bahkan beberapa kali meraih juara dalam ajang cover boy yang populer pada masa tersebut. Tak hanya itu, Lucky juga sempat menapaki dunia seni peran dan membintangi sejumlah film serta sinetron, di antaranya Gen X, Aku Sayang Kamu, Indy Sang Bintang, Bawalah Aku ke Surga, hingga Virgin The Series.
Beberapa tahun terakhir, Lucky sempat jarang terlihat di panggung musik. Dalam perbincangannya bersama Ferdy Tahier di sebuah kanal YouTube pada 2022, Lucky mengungkap bahwa dirinya mengidap penyakit langka, tuberkulosis ginjal (TB ginjal), yang menyerang hampir seluruh saluran kemihnya. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif dalam waktu lama.
Kepergian Lucky Widja menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia. Sosoknya akan terus hidup melalui karya, suara, dan kenangan yang telah ia tinggalkan. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir, mengiringi perjalanan terakhir sang vokalis yang pernah mengisi hati jutaan pendengar.***











