Jalan & Jembatan Teluk Pulai Ambruk, Warga Rohil Terancam Terisolasi!

banner 468x60

Ilustrasi/AI.

ROKAN HILIR, Radarjakarta.id – Warga Kepenghuluan Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas, kini menghadapi krisis infrastruktur serius. Jalan utama rusak parah dan jembatan vital ambruk, membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan ibadah warga terancam lumpuh.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun. Faktor alam, seperti pasang besar dan abrasi laut, memperparah kondisi jalan dan jembatan. Namun warga menilai perhatian pemerintah daerah minim dan sampai sekarang belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi ini.

Datuk Penghulu Teluk Pulai, Mustafa Husein, menyebutkan bahwa usulan perbaikan dari desa sudah banyak diajukan, tapi tak ada realisasi. “Kami berharap pemda segera menangani, karena dana desa tidak mampu menutupi kerusakan yang parah ini,” katanya.

Tokoh pemuda setempat, Nazaruddin, menambahkan warga sudah bersabar bertahun-tahun, namun kondisi jalan dan jembatan yang rusak berat membuat gotong royong pun tak lagi memungkinkan. Ia menekankan pentingnya keadilan infrastruktur di wilayah pesisir dan perbatasan.

Menurut Nazaruddin, jalan desa adalah urat nadi kehidupan warga pesisir. Kerusakan ini menghambat transportasi, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jalan yang berlubang parah bahkan tidak bisa dilewati sepeda motor, dan jalan kaki pun sulit.

Video yang beredar di media sosial, termasuk Facebook, Instagram, TikTok, dan X (Twitter), menunjukkan warga melakukan gotong royong membersihkan jalan yang rusak. Dalam video, terdengar keluhan warga: “Tolonglah pemerintahan, perhatikan jalan kami!”

Kepala Dinas PUPR Rohil, Khoirul Fahmi, mengaku telah mengirim tim ke lapangan dan menjanjikan perbaikan awal agar warga bisa melewati jalan itu dulu, namun hingga kini tidak ada tindakan konkret yang dilakukan pemerintah.

Dampak kerusakan ini sangat luas: anak sekolah terpaksa digendong orang tua, akses pasar dan layanan kesehatan terganggu, dan aktivitas ekonomi melambat. Warga menuntut pemerintah segera bertindak agar daerah mereka tidak terisolasi total.

Netizen menagih janji pemerintah melalui media sosial. 

Tagar #SaveTelukPulai ramai di TikTok, Facebook, dan X, menjadi simbol protes terhadap lambannya respons pemda. Pertanyaannya kini: apakah pemerintah akan bertindak cepat sebelum Teluk Pulai benar-benar terisolasi?

| Santi Sinaga*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.