Avanza Dihantam KA Sribilah Utama, 8 Orang Tewas di Perlintasan Maut Tebing Tinggi

banner 468x60

Foto Ilustrasi. (AI)

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

TEBING TINGGI, Radarjakarta.id – Tragedi berdarah kembali mengguncang Kota Tebing Tinggi. Sebuah minibus Toyota Avanza dihantam Kereta Api Penumpang KA Sribilah Utama di perlintasan tanpa palang pintu, Rabu sore (21/1/2026). Kecelakaan mengerikan ini merenggut delapan nyawa sekaligus, sementara satu korban lainnya kini berjuang kritis di rumah sakit.

Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir. Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP yang mengangkut sembilan orang penumpang remuk tak berbentuk usai disambar kereta relasi Rantau Prapat–Medan yang melaju kencang tanpa ampun.

Benturan keras membuat mobil nahas tersebut terseret hingga sekitar 500 meter dari titik tabrakan. Potongan bodi kendaraan berserakan di sepanjang rel, sementara jeritan warga dan kepanikan pecah di lokasi kejadian yang seketika berubah menjadi lautan duka.

Warga sekitar berhamburan memberikan pertolongan. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena sejumlah korban terjepit di dalam badan mobil yang ringsek parah. Beberapa korban bahkan harus dievakuasi menggunakan peralatan khusus akibat kondisi kendaraan yang nyaris hancur total.

Salah satu saksi mata, Imam (35), mengungkapkan minibus melaju dari arah Sungai Sigiling menuju Bagelen. Saat kendaraan hendak melintasi rel, KA Sribilah Utama tiba-tiba muncul dari arah Rantau Prapat menuju Medan. “Warga sudah teriak memperingatkan, tapi sepertinya sopir tidak mendengar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Akibat kejadian tersebut, delapan penumpang meninggal dunia di tempat, sementara satu korban lainnya mengalami luka kritis dan kini dirawat intensif di RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan identifikasi dan otopsi.

Hingga berita ini diturunkan, Satlantas Polres Tebing Tinggi masih melakukan penyelidikan dan belum merilis identitas korban maupun penyebab pasti kecelakaan. Garis polisi masih terpasang di lokasi untuk kepentingan olah TKP.

Tragedi ini kembali membuka luka lama dan menjadi peringatan keras akan bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Nyawa kembali melayang, sementara pertanyaan besar menggantung: sampai kapan perlintasan maut dibiarkan terus memakan korban?***
| Al Pane*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.