Bahlil Tegaskan Koalisi Prabowo-Gibran Tak Retak

banner 468x60

BOGOR, Radarjakarta.id – Isu retaknya koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ditepis keras Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Dengan nada tegas, Bahlil memastikan barisan partai pendukung pemerintah saat ini tetap solid, kompak, dan satu komando mengawal agenda besar pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai mengikuti retret para menteri Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026) malam. Ia menegaskan tak ada keretakan, apalagi konflik politik di internal koalisi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Baik-baik saja. Kita koalisi kompak, semua membantu presiden dan membantu pemerintahan,” tegas Bahlil.

Menurut Bahlil, kekompakan koalisi justru semakin menguat karena seluruh partai pendukung memiliki visi yang sama: menyukseskan program prioritas nasional yang langsung menyentuh rakyat. Mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga agenda strategis seperti hilirisasi industri, kedaulatan pangan, dan ketahanan energi.

Di tengah dinamika politik nasional, Bahlil juga menyinggung serangkaian pertemuan elite partai yang sempat memantik spekulasi. Ia mengakui telah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, serta Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada akhir Desember 2025 lalu.

Namun, Bahlil menolak mengaitkan pertemuan tersebut dengan isu sensitif seperti wacana pilkada tidak langsung melalui DPRD. Ia menegaskan, pertemuan itu murni bernuansa kebangsaan.
“Silaturahmi. Kami berdiskusi untuk kepentingan bangsa dan negara. Agendanya kebangsaan,” ujarnya singkat namun bermakna.

Tak berhenti di situ, Bahlil melontarkan gagasan yang dinilai cukup mengguncang peta politik nasional. Ia mengusulkan pembentukan koalisi permanen, bukan koalisi yang berubah-ubah mengikuti kepentingan sesaat.
Dengan bahasa lugas, Bahlil mengkritik praktik politik “lompat pagar” yang kerap terjadi di masa lalu.

“Jangan koalisi on-off, jangan koalisi in-out. Jangan koalisi di sini senang, di sana senang. Kita harus punya prinsip kuat dan kerangka koalisi yang benar,” tandasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi Golkar sebagai salah satu pilar utama pendukung pemerintahan Prabowo–Gibran. Pesan Bahlil jelas: koalisi harus solid, konsisten, dan berorientasi pada kepentingan rakyat bukan sekadar kalkulasi politik jangka pendek.

Dengan sikap tersebut, Bahlil seolah mengirim sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo–Gibran tak hanya aman dari guncangan politik, tetapi juga tengah menyiapkan fondasi koalisi yang lebih kokoh untuk menghadapi dinamika kekuasaan ke depan.|Bemby*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.