Galang Donasi Malam Tahun Baru, Jakarta Himpun Rp3,6 Miliar untuk Bencana Sumatera

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Jakarta menutup 2025 dengan cara yang tak biasa. Tanpa letupan kembang api, tanpa pesta berisik. Namun justru di tengah kesunyian doa dan solidaritas, ibu kota mencatatkan aksi kemanusiaan yang menggema hingga luar pulau: Rp3,1 miliar donasi publik berhasil dihimpun hanya dalam satu malam.

Angka fantastis itu terkumpul sepanjang rangkaian perayaan malam Tahun Baru 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Seluruh dana tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa empati warga Jakarta mampu mengalahkan euforia pesta.

“Ini murni kontribusi publik Jakarta. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian yang luar biasa ini,” ujar Pramono saat menghadiri acara bertema “Jakarta Global City: From Jakarta with Love” di Bundaran HI, Rabu (31/12) malam.

Berbeda dari tradisi tahun-tahun sebelumnya, Pemprov DKI secara tegas meniadakan pesta kembang api. Sebagai gantinya, malam pergantian tahun diisi dengan doa lintas agama, penggalangan donasi, dan pertunjukan bernuansa reflektif. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap korban bencana yang masih berjuang di berbagai daerah.

Doa bersama melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh lintas iman, menciptakan suasana syahdu di tengah hiruk pikuk ibu kota. Beberapa penampilan musik pun disesuaikan, menegaskan pesan solidaritas dan kepedulian sosial.

Tak hanya dari masyarakat umum, donasi juga diperkuat dari sektor pariwisata. Sebanyak 10 persen pendapatan Taman Impian Jaya Ancol pada malam pergantian tahun disumbangkan untuk misi kemanusiaan yang sama.

Ancol, sebagai BUMD DKI Jakarta, disebut memberi kontribusi signifikan terhadap total donasi.
“Donasi ini masih akan bertambah. Termasuk dari 10 persen pendapatan pengunjung Ancol malam ini,” tegas Pramono.

Untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran, Pemprov DKI menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra resmi penyaluran bantuan. Skema ini telah berulang kali digunakan dalam penanganan bencana dan dinilai efektif.

Gaung perayaan Tahun Baru 2026 tidak hanya terpusat di Bundaran HI. Sejumlah titik strategis seperti Kota Tua, JIS, TMII, hingga Pulau Untung Jawa turut menjadi bagian dari rangkaian acara bertema kemanusiaan tersebut.
Respons publik pun dinilai luar biasa. Menurut Pramono, kepatuhan warga terhadap kebijakan tanpa kembang api mencerminkan kedewasaan sosial dan empati kolektif masyarakat Jakarta.

Meski rangkaian acara berakhir pukul 01.00 WIB, layanan transportasi publik tetap siaga. MRT dan LRT beroperasi hingga pukul 02.00 WIB, sementara koridor utama Transjakarta tetap melayani penumpang selama 24 jam demi memastikan warga pulang dengan aman dan tertib.

Pemprov DKI menegaskan, format perayaan tahun baru berbasis empati dan solidaritas ini akan dievaluasi untuk menjadi model di masa mendatang. Bagi Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, pergantian tahun bukan sekadar selebrasi, melainkan momentum untuk terus bekerja dan melayani.

Malam itu, Jakarta memang tidak bercahaya oleh kembang api. Namun ia menyala oleh kepedulian. Dan dari ibu kota, cinta benar-benar dikirim untuk Sumatra.| Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.