Finalis Entong dan Neng Dikenalkan Batik Sejati Tradjumas

Finalis Entong dan Neng Dikenalkan Batik Sejati Tradjumas
Finalis Entong dan Neng Dikenalkan Batik Sejati Tradjumas
banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Sekiitar 14 finalis Entong dan Neng Kota Depok diperkenalkan dengan Batik di workshop Batik Sejati Tradjumas Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan.

Kunjungan dimulai dengan sesi pengenalan tentang sejarah dan filosofi batik Tradjumas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian saat dijelaskan tentang asal-usul batik, makna di balik setiap motif, serta proses pembuatan batik yang memerlukan ketelitian dan kesabaran.

Mereka belajar bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi juga sebuah karya seni yang menyimpan nilai-nilai budaya, simbolisme, dan identitas bangsa.

Penjelasan ini membuka wawasan siswa tentang betapa kaya dan dalamnya warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

Mereka mulai memahami bahwa dengan mencintai dan melestarikan batik, mereka turut serta dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Ketua Yayasan Clarinta Elata Internasional, Vinny Gemilia Wahyu kepada wartawan mengatakan
menganalkan Batik kepada anak sebagai warisan budaya Bangsa harus dicintai dan dihargai.

Namun upaya menjaga budaya bangsa tak berhenti sampai di sini.

Yang tak kalah berat adalah mengenalkan kepada anak-anak, menumbuhkan rasa memiliki dan bangga memilikinya.

Termasuk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Harapannya, dengan pengenalan batik sejak usia dini, anak-anak dan masyarakat memiliki kebanggan tersendiri terhadap kecintaan batik, tidak hanya bangga memiliki melainkan juga bangga memakai, menggunakan, dan memahami proses membatik itu sendiri, serta nilai-nilai filosofi yang terkandung didalam motif batik tersebut,”katanya.

Workshop batik ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi ke 14 finalis Entong dan Neng.

Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang teknik membatik, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.

Dengan mencintai batik, siswa diajak untuk menghargai akar budaya mereka sendiri, dan untuk menjadi generasi yang bangga akan identitas bangsanya.

Kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti cinta tanah air, rasa hormat terhadap warisan budaya, dan pentingnya menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Mereka pulang dengan tidak hanya membawa hasil karya batik mereka sendiri, tetapi juga dengan semangat dan kebanggaan yang baru terhadap budaya Indonesia.

Di lokasi sama, Suharno, pemilik Batik Tradjumas merasa bangga adanya anak-anak yang mau belajar batik Depok.

Dia menambahkan, Batik Tradjumas telah memperkenalkan berbagai motif batik unik, yang mewakili Depok, termasuk motif Gong si Bolong, Kujang, Ikan Hias, Tugu Batu, Belimbing (dalam tiga variasi), Topeng Cisalak, Jembatan, Pancadarma, serta motif Ikan Menfish atau Ikan Neon, yang kini sudah dikenal di tingkat nasional.

“Potensi batik Depok sangat besar, dan kami percaya bahwa ke depannya, batik khas daerah ini akan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Batik Tradjumas menawarkan beragam produk, mulai dari kain batik, pakaian jadi, ikat kepala, hingga aksesoris.

Dengan potensi yang melimpah, Suharno yakin bahwa batik Depok akan terus berkembang, dan mampu bersaing dengan batik dari daerah lain.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.