Kebakaran Terra Drone Jakarta, 17 Orang Tewas Tanpa Luka Bakar

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Kebakaran mengerikan yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12) siang, menelan korban jiwa sebanyak 17 orang. Fakta mengejutkan terungkap: seluruh korban ditemukan tanpa luka bakar. Polisi menduga kematian disebabkan oleh asap pekat yang memenuhi gedung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, memastikan temuan tersebut setelah melakukan pengecekan langsung di lokasi. “Secara umum korban tidak dalam kondisi terbakar. Kemungkinan besar mereka meninggal karena kehabisan oksigen,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat sebagian besar karyawan tengah beristirahat makan siang. Api diduga berasal dari sebuah baterai di lantai pertama. Karyawan sempat mencoba memadamkan api, namun material di area gudang memicu ledakan kecil dan mempercepat penyebaran api serta asap.

Asap hitam pekat kemudian naik cepat hingga ke lantai enam, di mana sebagian pegawai sedang berada. Sejumlah pekerja mencoba menyelamatkan diri dengan memanjat tangga mobil pemadam kebakaran, terlihat beberapa menangis histeris setelah berhasil turun.

Sebanyak 28 unit mobil damkar bersama ratusan petugas gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi korban. Jenazah ke-17 korban kini telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Saat ini penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih dilakukan,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa proses pendataan dan penyisiran korban masih berlangsung karena kondisi gedung masih dipenuhi asap pada bagian atas.

Beberapa saksi mata menyebut kobaran api terlihat pertama kali dari lantai dasar, disertai suara letupan yang diduga berasal dari baterai atau perangkat elektronik lain. Seketika suasana di gedung berubah menjadi penuh kepanikan dengan suara alarm, teriakan, dan asap yang membubung hingga terlihat dari kejauhan.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi kebakaran masih dijaga aparat kepolisian. Garis polisi melintang di beberapa titik bangunan sementara tim Inafis dan Labfor telah bergerak melakukan penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting dan reaksi kimia baterai, namun kepastian menunggu hasil analisa lengkap.

Musibah ini menjadi salah satu kejadian kebakaran kantor dengan korban jiwa terbanyak di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah, kepolisian, dan pemadam kebakaran meminta masyarakat tetap waspada serta meningkatkan standar keselamatan gedung, terutama yang menyimpan bahan baterai dan perangkat teknologi.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.