JAKARTA, Radarjakarta.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) AITTA Jakarta kembali menghadirkan AITTA Jakarta Travel Mart (AJTM), ajang business to business (B2B) bagi pelaku industri pariwisata, baik pasar domestik maupun internasional. Kegiatan ini berlangsung di The Westin Jakarta, Senin (17/11/2025).
Mengusung tema, “Experience the Past, Shape the Future: Road to Jakarta 500 Years”, AJTM kali ini tetap diselenggarakan dengan penuh optimisme dan dikemas dengan biaya yang sangat kompromis dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.
Acara ini dihadiri oleh beberapa Kedutaan Besar seperti, Kedutaan Besar Spanyol, Kedutaan Besar Turki, Kedutaan Besar Bosnia, Kedutaan Besar Uzbekistan, Kedutaan Besar India, dan Kedutaan Besar Taiwan.
AJTM tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator transaksi jual-beli paket destinasi wisata antara buyer dan selller, tetapi juga mengadakan Closing Ceremony Dinner – Gathering Night, sebagai ajang untuk silaturahmi dengan sesama peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Bagi seluruh pihak yang ikut serta dalam kegiatan AJTM ini, visi kami adalah berusaha mewujudkan hubungan bisnis jangka panjang dan berkesinambungan antara buyer dan seller serta para anggota DPD AITTA se-Indonesia,” ujar Ketua DPD AITTA Jakarta, Djohari Somad, Senin (17/11/2025).
Djohari berharap pertemuan para seller dan buyer di AJTM dapat menjadi solusi dan membuka peluang bisnis serta mempersingkat jalur penjualan. Menurutnya, dengan format acara table top business–dealing para peserta mempunyai peluang besar memperkenalkan perusahaan dan layanannya secara komprehensif.
“Dalam hal ini AJTM bertindak sebagai payung yang menyatukan pembeli korporasi dengan para pengambil keputusan utama pemasok kebutuhan di industri pariwisata,” ungkap Djohari.
Adapun para buyer yang mengikuti AJTM 2025 adalah anggota AITTA Jakarta, termasuk di antaranya pemilik BPW & APW dan juga para pelaku atau pengambil keputusan dalam industri terkait dalam bidang pariwisata dan para tour operators mancanegara terseleksi.
“Dan untuk para seller yaitu pelaku pariwisata dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia, di antaranya Biro Perjalanan Wisata, Obyek dan Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata, juga industri pendukung pariwisata terkait seperti asuransi perjalanan, perbankan, transportasi dan pendukung pariwisata lainnya,” pungkasnya.|Ilham*











