Tokoh Pemuda Ajak Masyarakat Dukung Penuh Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Tokoh pemuda Sandri Rumanama
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) mendapat apresiasi penuh dari tokoh pemuda Sandri Rumanama.

Direktur Haidar Alwi Institute ini memberikan apresiasi penuh atas sikap Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara. Presiden sebelumnya menegaskan bahwa proyek KCIC akan menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saya sudah katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu. Dan kita kuat,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, tokoh pemuda Sandri Rumanama, menyampaikan apresiasi penuh kepada Presiden atas sikap kepemimpinan yang memiliki krakteristik yang kuat dan berani mengambil tanggung jawab penuh atas persoalan kenegaraan.

“Pernyataan presiden soal Whoosh menunjukan sikap kepemimpinan dan krakteristik yang kuat. Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko atas semua persoalan yang ada, kami bukan hanya salut tapi bangga dan memberi apresiasi setinggi tingginya ke Pak Presiden,” ucap Sandri Rumanama.

Wakil ketua umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Serikat Islam ini mengajak semua komponen masyarakat agar dapat memahami pernyataan Presiden sebagai bentuk tanggung jawab kepala negara dalam menjaga kehormatan negara di mata dunia internasional.

“Ini persoalan harga diri bangsa ini, menjadi tanggung jawab bersama dan harus kita pahami pernyataan Presiden menunjukan sikap kenegaraan beliau menjaga martabat bangsa ini di mata dunia internasional,” papar Sandri

Sandri menjelaskan KCIC merupakan kontrak kerja sama bilateral antara negara yang mengharuskan penyelesaian persoalan ini bukan hanya kepada pihak yang mengelola semata namun negara harus bersikap atas persoalan ini.

Ia menjelaskan sikap Presiden sudah benar, sebab jika skema business to business (B to B) harus saling menghormati karena menyangkut reputasi Indonesia dalam kontrak investasi internasional.

“Sebagai kepala negara dan pemerintahan, tentu saja Presiden mengambil sikap yang benar, menghormati keputusan dan skema kerja sama yang ada jangan karena persoalan ini kita kehilangan kepercayaan investasi di mata dunia internasional, terutama negar-negara mitra dagang strategis kita,” pungkas Sandri.|Bemby

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.