JAKARTA, Radarjakarta.id — Warung jukut goreng milik aktor kawakan Epy Kusnandar dan sang istri Karina Ranau di kawasan Haji Samali, Pancoran, Jakarta Selatan, mendadak jadi sorotan publik. Sebuah video cekcok panas di warung tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi, mulai dari dugaan pungli hingga gangguan ormas.
Namun, fakta di balik insiden malam itu ternyata lebih rumit dari yang terlihat.
Malam Mencekam di Warung Jukut
Kejadian bermula pada malam minggu yang disebut Epy sebagai “malam kelam.” Saat itu, warung mereka tengah bersiap tutup. Beberapa pemuda tak dikenal terlihat nongkrong di area gelap dekat warung.
“Ada anak-anak gak jelas, matanya merah semua. Saya mau ke masjid, malah gangguin istri saya. Mungkin lihat warung ramai, minta jatah ya,” ujar Epy Kusnandar saat tampil di program Pagi Pagi Ambyar Trans TV (22/10/2025).
Sementara itu, Karina Ranau mengaku sedang beres-beres ketika salah satu pria memesan makanan dengan cara tak sopan.
“Cuma dengar suaranya, ‘Ada ayam gak?’, saya jawab ‘Habis, Bang.’ Dia bilang, ‘Ya udah yang ada aja.’ Tapi pas makanannya siap, yang pesan gak muncul,” cerita Karina.
Diserang Intimidasi dan Dilempar Makanan
Karina akhirnya memberanikan diri menghampiri segerombolan pria yang duduk di pojok warung. Namun, bukannya menerima pesanan, mereka justru saling lempar makanan dan tak mengaku telah memesan.
“Saya samperin, tanya mau bayar pakai QRIS apa cash, malah mereka bilang gak tahu siapa yang pesan. Saya merasa diintimidasi,” ujar Karina yang terlihat emosional dalam video viral itu.
Video tersebut memperlihatkan Karina menangis dan memarahi para pemuda, sementara Epy mencoba menenangkan suasana. Publik pun ramai berspekulasi bahwa mereka menjadi korban pungli.
Polisi Turun Tangan Bongkar Fakta
Menanggapi viralnya video itu, Kapolsek Pancoran Kompol Mansur langsung mengirim tim ke lokasi kejadian.
“Kami sudah periksa TKP dan mintai keterangan. Tidak ada unsur pungli. Ini murni salah paham karena persoalan makanan yang habis,” jelas Kompol Mansur, Selasa (21/10).
Menurut hasil penyelidikan, pria yang memicu keributan bukan preman atau anggota ormas, melainkan tukang parkir lokal yang biasa mangkal di area tersebut.
“Warung memang mau tutup, makanan habis. Orang itu minta makan tapi gak dapat, akhirnya emosi. Kondisinya saat itu setengah teler,” tambahnya.
Karina Luruskan Isu: “Bukan Pungli, Bukan Ormas!”
Menjawab rumor liar di media sosial, Karina Ranau akhirnya buka suara. Ia menegaskan tidak pernah menuduh siapa pun melakukan pungutan liar.
“Aku gak pernah bilang pungli. Beritanya jadi simpang siur. Ini murni kejadian di warung, bukan pungli, bukan ormas,” tegasnya melalui unggahan Instagram.
Karina juga menyampaikan kekecewaannya karena insiden tersebut mencoreng nama baik usahanya yang baru berjalan beberapa hari. Ia berharap lingkungan sekitar bisa lebih aman bagi pelaku UMKM.
Warung Jukut Goreng Samali Tetap Ramai Didatangi
Meski sempat diterpa isu tak sedap, Warung Jukut Goreng Samali milik pasangan ini justru makin ramai dikunjungi. Mengusung konsep lesehan Sunda dengan dominasi warna hijau segar, warung ini menciptakan suasana pedesaan yang adem dan akrab.
Desain semi-terbuka dengan atap seng transparan membuat cahaya alami menerangi area makan. Dapur terbuka menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung bisa melihat langsung proses memasak jukut goreng menu andalan mereka.
Sentuhan humor khas Epy juga terasa lewat papan kasir bertuliskan “Kasir Kita”, yang menambah kesan santai dan bersahabat.
Epy & Karina: Dari Layar Kaca ke Dunia Kuliner
Pasangan selebriti ini dikenal selalu kompak, baik di dunia hiburan maupun dalam bisnis kuliner. Meskipun sempat diterpa insiden tak menyenangkan, keduanya sepakat untuk terus melangkah dan menjaga nama baik usaha mereka.
“Kami cuma mau cari rezeki halal. Gak mau ribut, gak mau ganggu siapa pun,” tutup Epy dengan nada tenang.***











