Meski Hasilkan Devisa Negara, Nelayan Ujung Tanggul Lampung Timur Masih Kurang Perhatian Pemerintah

banner 468x60

Lampung Timur, RadarJakarta.id – Di balik ombak dan jaring yang setiap hari mereka bentangkan di laut, para nelayan Dusun Ujung Tanggul, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur, terus berjuang untuk bertahan hidup.
Ironisnya, meski turut berperan dalam menghasilkan devisa negara lewat hasil tangkapan laut, kehidupan mereka justru jauh dari kata sejahtera.

Air Bersih Jadi Barang Mewah di Pesisir

Bagi masyarakat nelayan Ujung Tanggul, air bersih bukan hal yang mudah didapat.
Sumur bor bantuan pemerintah yang berada di mushola desa sudah lama tidak berfungsi, memaksa warga menggunakan air sungai yang kotor untuk minum, memasak, dan mencuci.

“Terpaksa kami pakai air sungai karena sumur bor sudah rusak. Kalau mau ambil air bersih harus jauh, jalannya juga rusak. Kadang beli air galon kalau musim ikan, tapi kalau musim paceklik ya harus tahan,” ujar Holidin, tokoh nelayan setempat, Senin (20/10/2025).

Infrastruktur Rusak dan Fasilitas Umum Tak Layak

Selain krisis air bersih, kondisi infrastruktur di desa ini juga memprihatinkan. Jalan utama hancur, jembatan penghubung patah, dan tidak ada penerangan jalan membuat suasana malam terasa mencekam.
“Kami seperti dianaktirikan. Jalan rusak tak diperbaiki, lampu jalan tak ada, kamar mandi umum pun tidak tersedia. Kalau malam seperti masuk kampung hantu,” kata Jeje, warga setempat.

Bahkan jembatan yang sudah rusak parah tetap dipakai karena menjadi satu-satunya akses keluar dari kampung.
“Mau bagaimana lagi, cuma ini jalan kami. Takut memang, tapi kalau tidak lewat sini kami terisolasi,” tutur Teh Enok.

Tak Tersentuh Program Pemerintah

Rasa kecewa warga semakin dalam setelah mengetahui bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)program unggulan Presiden Prabowo Subianto — hanya diterapkan di Kecamatan Labuhan Maringgai, sementara nelayan Labuhan Ratu tak kebagian.

“Kami juga nelayan, sama-sama berjuang di laut, tapi seolah kami tidak dianggap. Proposal sudah kami kirim dan lahan sudah kami siapkan, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan,” ujar Abu, perwakilan nelayan setempat.

Harapan untuk Pemerintah

Para nelayan berharap pemerintah daerah dan pusat turun langsung melihat kondisi mereka.
“Kami bukan meminta lebih, hanya ingin hidup layak. Kami ingin air bersih, jalan yang bagus, dan perhatian yang sama seperti daerah lain,” tambah Abu.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi perkampungan yang kumuh, jalan berlubang, jembatan ambruk, serta minim fasilitas umum. Sementara di laut, para nelayan tetap melaut setiap hari — menjaga roda ekonomi perikanan yang menjadi bagian penting devisa negara.|Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.