Transformasi RW.022 Kampung Kerang Ijo Muara Angke Jakarta Utara Menjadi Kampung Percontohan

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id — Dalam dunia kepemimpinan, kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama yang menentukan arah perubahan. Tanpa kepercayaan, setiap langkah terasa sia-sia. Namun, dengan dukungan dan keyakinan warga, sekecil apa pun upaya yang dilakukan bisa membawa perubahan besar bagi lingkungan, Minggu, (19/10/25).

Hal inilah yang tercermin dari sosok Bani, Ketua RW 022 Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selama masa kepemimpinannya, ia bersama warga berhasil membawa perubahan nyata di kawasan yang dulu dikenal rawan banjir rob: Kampung Kerang Ijo, yang mencakup RT 06, RT 07, dan RT 09.

Dari Wilayah Kumuh ke Rumah Apung Percontohan

Dulu, kawasan Kerang Ijo berada dalam kondisi memprihatinkan. Wilayah ini menjadi langganan banjir rob, jalan-jalan rusak, dan aktivitas warga lumpuh total. Air laut kerap masuk ke rumah-rumah, membuat anak-anak kesulitan bersekolah dan perekonomian tersendat. Tak jarang, penyakit pun menyebar akibat genangan air yang tak kunjung surut.

Namun, situasi itu kini berubah drastis. Melalui kerja keras, doa, dan kebersamaan warga, Kerang Ijo bertransformasi menjadi wilayah percontohan rumah apung, dikenal sebagai “Rumah Pampung” dan “Rumah Apung Presiden Prabowo.”

“Perubahan ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah dari gotong royong dan doa seluruh warga,” ujar Bani, menegaskan pentingnya menjaga hasil perjuangan bersama tersebut.

Ia juga berpesan agar rumah-rumah yang dibangun melalui kebijakan pemerintah dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Jika kita tidak mampu merawatnya, itu artinya kita belum menghargai anugerah besar berupa kesempatan untuk tetap tinggal dan tidak digusur,” tegasnya.


Lahirnya Paguyuban Kematian (PAKEM): Wujud Empati dan Gotong Royong

Sebelum menjabat sebagai Ketua RW, Bani menyaksikan langsung peristiwa menyentuh hati: seorang warga tak mampu meninggal dunia, sementara keluarga kesulitan mengumpulkan biaya untuk pemakaman.

Dari keprihatinan itulah, lahir inisiatif membentuk Paguyuban Kematian (PAKEM) dan pengadaan mobil ambulans RW 022. Tujuannya sederhana namun bermakna besar — agar tidak ada lagi warga yang kebingungan atau sendirian ketika musibah datang.

“PAKEM adalah simbol solidaritas warga Muara Angke. Kita ingin setiap warga merasa memiliki keluarga besar yang siap membantu kapan pun,” tutur Bani.

Transparansi dan Kejujuran: Kunci Kepercayaan Pemimpin Lingkungan

Meski banyak kemajuan telah dicapai, Bani mengakui masih ada tantangan besar: menumbuhkan kembali kepercayaan warga terhadap pemimpin lingkungan. Ia mengingatkan seluruh ketua RT, tokoh agama, dan pengurus wilayah agar memimpin dengan hati tulus, transparan, dan jujur.

“Buka komunikasi dengan warga. Jelaskan asal dan penggunaan uang kas secara terbuka. Kepercayaan tidak bisa diminta, tapi harus dibangun lewat sikap dan keteladanan,” pesan Bani.

Harapan ke Depan: Bersatu Demi Kerang Ijo yang Lebih Baik

Bani meyakini, kemajuan RW 022 Muara Angke tidak ditentukan oleh siapa yang memimpin, melainkan oleh kebersamaan dan rasa saling percaya antarwarga.

“Kerang Ijo akan terus maju selama kita bersatu dan saling peduli. Karena kekuatan terbesar sebuah lingkungan bukan pada kekuasaan, tapi pada kepercayaan,” pungkasnya.|Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.