REYKJAVIK, Radarjakarta.id – Drama panas tersaji di Stadion Laugardalsvöllur, Selasa (14/10/2025) dini hari WIB, ketika Timnas Prancis dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Islandia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Tanpa kehadiran sang kapten Kylian Mbappé, Les Bleus tampil dominan tapi tumpul dan justru kehilangan konsentrasi di momen krusial.
Pelatih Didier Deschamps sampai terlihat menahan amarah di tepi lapangan setelah timnya kembali kebobolan hanya tiga menit usai berbalik unggul. “Kami terlalu santai! Ini bukan mental juara,” tegasnya seusai laga dengan ekspresi kecewa.
Prancis Dominan, Tapi Islandia Lebih Efektif
Statistik berbicara: Prancis menguasai 70 persen bola, melepaskan 20 tembakan, dan delapan di antaranya tepat sasaran. Namun, semua keunggulan itu terasa sia-sia karena Islandia hanya butuh empat tembakan untuk mencetak dua gol.
Gol pertama datang pada menit ke-39 lewat Victor Palsson yang memanfaatkan kekacauan di kotak penalti usai bola mati hasil miskomunikasi antara William Saliba dan Eduardo Camavinga.
Deschamps yang menurunkan skuad eksperimental tanpa Mbappé mencoba mengandalkan kecepatan Christopher Nkunku dan Michael Olise, serta ketajaman Jean-Philippe Mateta di lini depan.
Aksi Balik Prancis: Sekilas Harapan yang Sirna
Prancis sempat bangkit di babak kedua. Nkunku, yang tampil eksplosif di sisi kanan, melepaskan tembakan keras ke pojok bawah gawang Islandia pada menit ke-63, menyamakan skor jadi 1-1.
Empat menit berselang, Mateta mencetak gol debutnya di timnas usai menerima umpan brilian Maghnes Akliouche, membuat Les Bleus berbalik unggul 2-1.
Sayangnya, euforia itu hanya bertahan sekejap. Kristian Hlynsson memanfaatkan kelengahan lini belakang Prancis dan menembus gawang Mike Maignan pada menit ke-70. Skor pun imbang 2-2 dan tak berubah hingga laga usai.
Lini Belakang Jadi Titik Lemah
Meski mendominasi permainan, Prancis terlihat rapuh di area pertahanan. Duet Upamecano–Saliba yang seharusnya menjadi tembok kokoh justru sering kehilangan koordinasi.
Kiper Maignan pun tak bisa berbuat banyak atas dua gol yang bersarang akibat kesalahan rekan setimnya.
Di sisi kiri, Lucas Digne yang menggantikan Theo Hernandez kesulitan menutup ruang ketika Islandia melakukan serangan balik cepat. Overlap yang berlebihan membuat sisi itu menjadi sasaran empuk lawan.
Islandia Buat Kejutan, Prancis Masih Puncaki Klasemen
Bagi Islandia, hasil ini terasa seperti kemenangan. Bermain di depan publik sendiri, skuad asuhan Åge Hareide menunjukkan disiplin tinggi dan efisiensi luar biasa.
Sementara itu, Prancis tetap memimpin klasemen Grup D dengan 10 poin, unggul enam angka dari Islandia di posisi ketiga.
Namun, hasil imbang ini menjadi alarm keras bagi Deschamps dan anak asuhnya. Tanpa Mbappé, mesin gol Prancis tampak kehilangan taring. Mentalitas juara yang biasanya menakutkan kini justru berubah jadi kegugupan di menit akhir.
Deschamps: “Kami Lupa Cara Menang!”
“Tim ini seperti kehilangan karakter. Dominasi tanpa kemenangan tidak berarti apa-apa,” ujar Deschamps dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa pembenahan di lini belakang menjadi prioritas utama sebelum laga berikutnya.
Beberapa pemain muda seperti Nkunku dan Mateta mendapat pujian, namun sang pelatih menegaskan: “Talenta tidak cukup, kami butuh disiplin dan fokus!”
Fakta Menarik Pertandingan Islandia vs Prancis
- Penguasaan bola: Prancis 70% – Islandia 30%
- Tembakan ke gawang: Prancis 8 – Islandia 2
- Gol Prancis: Nkunku (63’), Mateta (67’)
- Gol Islandia: Palsson (39’), Hlynsson (70’)
- Tanpa Kylian Mbappé, Prancis gagal menang di dua laga beruntun
Meski masih di jalur lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, hasil imbang kontra Islandia menelanjangi masalah klasik Prancis: kehilangan fokus dan kurangnya killer instinct.
Tanpa sang megabintang Mbappé, Les Bleus seakan kehilangan aura juara yang selama ini menjadi identitas mereka.***











