JAKARTA, Radarjakarta.id – Saat arus opini publik terus mengalir deras disertai gempuran informasi negatif terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, suara bijak hadir dari Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, Profesor Henry Indraguna.
Prof Henry mengajak masyarakat untuk lebih arif dalam menilai kerja pemerintah, khususnya langkah-langkah strategis yang dilakukan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Menurut Prof Henry, apa yang dikerjakan Bahlil bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan perjuangan nyata untuk membuka ruang investasi, memperkuat hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi rakyat Indonesia.
“Pak Bahlil sedang berjuang menghadirkan kebijakan pro-rakyat. Sayangnya, keberhasilan itu sering kurang mendapat sorotan, sementara kesalahan kecil langsung dibesar-besarkan, bahkan dipelintir menjadi hoaks. Mari kita adil, beri kesempatan, jangan hanya mencela,” tegas Prof Henry, Selasa (30/9/2025).
Prof Henry menekankan bahwa manfaat kebijakan besar tidak bisa dirasakan seketika. Butuh proses, konsistensi, dan kesabaran agar dampaknya benar-benar dinikmati masyarakat secara luas.
Karena itu, Prof Henry mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh opini negatif atau narasi buzzer yang justru bisa menghambat jalannya program strategis nasional.
“Kalau masyarakat terus digiring isu yang menyesatkan, pembangunan bisa terganggu. Padahal apa yang dilakukan Pak Bahlil sangat penting untuk masa depan energi dan ekonomi nasional,” jelasnya.
Prof Henry menyoroti pentingnya kecerdasan masyarakat dalam menyaring arus informasi. Menurutnya, hoaks yang menyerang pejabat publik tidak hanya melemahkan semangat kerja pemerintah, tetapi juga dapat meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap kebijakan yang sebenarnya baik dan visioner.
“Bangsa ini hanya bisa maju bila rakyat memberikan dukungan positif terhadap kebijakan yang benar, sambil tetap melakukan pengawasan yang sehat dan konstruktif,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Prof Henry menyerukan pentingnya sinergi antara rakyat dan pemerintah demi menggapai cita-cita besar bangsa.
“Kita harus bersatu. Dukung kebijakan positif Pak Bahlil demi perbaikan sektor energi dan investasi nasional. Dengan begitu, jalan menuju Indonesia Emas 2045 akan lebih cepat tercapai,” pungkasnya.










