TANGSEL, Radarjakarta.id – Kegeraman publik meledak setelah artis Leony Vitria Hartanti membongkar anggaran jumbo Pemkot Tangerang Selatan. Dari laporan resmi keuangan tahun 2024, terungkap dana konsumsi makan-minum di Tangsel menembus Rp 66 miliar.
Tak hanya itu, sederet kejanggalan lain ikut tersibak. Perjalanan dinas Rp 117 miliar, suvenir Rp 20,48 miliar, hingga belanja alat tulis Rp 38 miliar. Sebaliknya, pemeliharaan jalan cuma Rp 731 juta dan bantuan sosial untuk 43 ribu warga miskin hanya Rp 136 juta – setara satu bungkus mi instan per orang dalam setahun.
“Mohon maaf, ini beli ATK atau pabriknya?” sindir Leony pedas lewat unggahannya yang langsung viral.
Wali Kota Membela, Publik Tak Percaya
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie buru-buru buka suara. Ia menyebut semua anggaran sudah diperiksa BPK, tersebar di 37 OPD, bahkan mencakup kebutuhan makan pasien RSUD. Namun publik terlanjur muak. Di mata warga, dalih transparansi hanyalah “tameng birokrasi”.
Ironinya, di tengah sorotan ini Pemkot Tangsel malah baru saja meraih predikat terbaik pengelolaan aset se-Banten. Prestasi di atas kertas, realita di lapangan penuh ironi.
Dari Trio Kwek Kwek ke Pengawas Anggaran
Leony, mantan penyanyi cilik Trio Kwek Kwek, kini justru tampil sebagai “whistleblower rakyat”. Awalnya ia hanya kesal karena dipalak pajak bea balik nama rumah warisan, lalu ia membedah laporan keuangan setebal 520 halaman itu. Hasilnya: “kasur angka-angka” yang timpang dan membusuk.
“Indonesia tidak kekurangan orang pintar, yang kurang itu orang jujur,” tulisnya, mengutip almarhum Kasino Warkop.
Pertanyaan besar kini menggantung: berapa lama pola anggaran semena-mena ini dibiarkan? Apakah hanya di Tangsel, atau di seluruh Indonesia?
Fenomena ini sekali lagi membuktikan, kekuatan netizen bisa mengalahkan media dan DPRD sekalipun.
Leony sudah memantik api. Kini, giliran rakyat memastikan uang pajak tidak lagi dipakai untuk pesta para pejabat.***











