Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Tarif

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pemerintah tengah mencari formula untuk menekan beban subsidi listrik tanpa harus menaikkan tarif yang dibayar masyarakat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, arah kebijakan tidak akan membebani rakyat, melainkan fokus pada penurunan biaya produksi listrik melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Salah satu opsi yang sedang digodok adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Meski biaya investasi PLTS saat ini masih tergolong tinggi, pemerintah berupaya menemukan teknologi baru yang lebih efisien sehingga bisa menghasilkan listrik dengan harga lebih murah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kalau subsidi berkurang, bukan berarti tarif dinaikkan. Justru dicari sumber energi yang biayanya rendah agar listrik bisa lebih murah,” ujar Purbaya usai rapat bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9).

Menurut Purbaya, perhitungan detail soal pengurangan subsidi listrik akan ditangani oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menekankan bahwa pada tahap awal memang dibutuhkan investasi besar untuk membangun infrastruktur PLTS, mulai dari panel surya hingga baterai penyimpanan energi. Namun, investasi ini diharapkan dapat menekan subsidi dalam jangka panjang.

“Kalau investasi besar tapi hasilnya signifikan, listrik bisa lebih murah untuk 20–30 tahun ke depan. Itu justru langkah berani yang harus diambil,” tambahnya.

Purbaya mengakui, target menghapus subsidi listrik secara penuh bukan hal yang mudah. Teknologi PLTS dan EBT lain masih harus terus dikembangkan agar biaya produksinya benar-benar bisa bersaing dengan sumber energi konvensional.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melihat rancangan desain PLTS yang melibatkan produksi panel surya dan baterai di dalam negeri. Meski terlihat menjanjikan, perhitungan teknis serta keekonomiannya masih harus diperdalam sebelum benar-benar bisa diimplementasikan.

“Sudah ada desain PLTS yang bagus, termasuk produksi panel dan baterai lokal. Tapi hitungan bisnisnya belum final. Masih harus diperkuat lagi. Namun ke depan, saya optimistis ini bisa diwujudkan,” jelasnya.

Dengan strategi ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan listrik yang lebih terjangkau, berkelanjutan, dan tidak memberatkan masyarakat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.