JAKARTA, Radarjakarta.id – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Andika Lutfi Fala (16), siswa SMK yang meninggal usai mengikuti demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, hadir langsung melayat ke kediaman korban di Kabupaten Tangerang, Rabu (3/9/2025).
Arifah menyampaikan bela sungkawa sekaligus permohonan maaf atas kurang optimalnya perlindungan negara terhadap anak. “Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan pengawasan keluarga dan komunikasi antara orang tua dengan anak-anaknya. Kami memohon maaf atas kekurangan negara dalam melindungi anak, yang berujung pada hilangnya satu nyawa berharga,” ujarnya penuh haru.
Ia menegaskan, tragedi ini harus menjadi refleksi bersama agar tidak terulang kembali. Aparat juga diminta lebih mengedepankan pendekatan manusiawi, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, dalam situasi kerumunan atau demonstrasi.
Menteri PPPA menghargai sikap keluarga korban yang memilih tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Namun, ia menekankan perlunya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak. “Seluruh anak Indonesia adalah anak kita bersama. Mari bergandeng tangan untuk memastikan keselamatan mereka,” katanya.
Pemerintah, lanjut Arifah, terus berkoordinasi dengan organisasi perempuan dan masyarakat guna mencegah keterlibatan anak dalam aksi unjuk rasa. Data Kemen PPPA mencatat ratusan anak ikut aksi di sejumlah kota sepanjang akhir Agustus 2025, termasuk Jakarta, Makassar, Bali, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Sebagai upaya pendampingan, Kemen PPPA membuka saluran pengaduan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 melalui call center dan WhatsApp.
Andika Lutfi Fala dinyatakan meninggal di RSAL Dr. Mintohardjo akibat luka berat di kepala. Diduga, ia diajak temannya ikut aksi tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Ayah korban, Abdul Gofur, mengaku ikhlas meski sulit menahan kesedihan. “Masuk ke kamarnya saja saya tidak sanggup. Saya sayang, tapi mungkin Allah lebih sayang,” ucapnya lirih.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas, terutama di tengah situasi rawan seperti demonstrasi.|Guffe*
Menteri PPPA Arifah Fauzi Melayat Siswa SMK yang Tewas di Demo DPR, Sampaikan Pesan Haru










