JAKARTA, Radarjakarta.id – Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI sore tadi berubah menjadi tragedi mengerikan. Sebuah mobil taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polri terekam kamera warga menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Video dramatis berdurasi kurang dari satu menit itu langsung viral di media sosial X. Dalam rekaman, mobil rantis terlihat melaju kencang sambil membunyikan sirine untuk membubarkan massa. Ribuan orang berhamburan, namun nahas, seorang driver ojol berjaket hijau tidak sempat menghindar.
Detik-detik horor pun terjadi. Mobil rantis itu menghantam tubuh sang ojol, membuatnya terjatuh tepat di bawah kendaraan. Tanpa berhenti, rantis tersebut terus melaju hingga ban depan dan belakangnya melindas korban. Suasana langsung kacau. Massa yang melihat kejadian itu berteriak histeris.
“Ya Allah! Keinjek, keinjek! Polisi enggak mau berhenti! Kasian abang ojeknya!” teriak seorang wanita perekam video, yang suaranya menggema di jagat maya.
Beberapa pendemo dan rekan ojol berusaha menolong korban yang terkapar, sementara mobil Barracuda justru tancap gas meninggalkan lokasi. Massa yang marah mengejar kendaraan rantis tersebut hingga ke kawasan Tugu Tani. Beberapa bahkan terlihat membawa kayu dan melempari mobil Brimob itu.
Seorang saksi mata bernama Abdul (29) menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, tak lama setelah polisi membubarkan massa demo di depan DPR.
“Itu chaos banget, saya lihat jelas mobilnya ngebut ke arah kerumunan. Ojol yang apes itu langsung kejebak di tengah jalan, terus dilindas,” kata Abdul.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi warga dengan motor ke rumah sakit terdekat sebelum dibawa ambulans. Hingga malam ini, kondisi korban masih belum diketahui.
Kompolnas Turun Tangan
Insiden ini memicu kecaman keras. Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, mendesak Polda Metro Jaya mengusut dan menindak tegas sopir rantis Brimob yang diduga melindas driver ojol tersebut.
“Penting segera diidentifikasi siapa pengendara mobil rantis itu. Jangan sampai kasus ini dibiarkan, harus ada penegakan hukum,” tegas Anam.
Tragedi di Pejompongan ini menambah daftar panjang kontroversi penggunaan kendaraan taktis dalam pembubaran aksi massa. Publik kini menuntut transparansi, keadilan, dan tanggung jawab Polri atas kejadian yang dinilai sebagai pelanggaran HAM di tengah jalanan ibu kota.***
Mobil Barracuda Brimob Melindas Driver Ojol di Tengah Demo DPR










