JAKARTA, Radarjakarta.id – Aktivis Gandi Parapat menyoroti sikap Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang gencar menyerukan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Ia mempertanyakan alasan di balik desakan keras tersebut, yang menurutnya berpotensi memicu perpecahan di kalangan jemaat.
“Tidak habis pikir, apa sebenarnya masalah Ephorus HKBP dengan TPL sampai begitu getol menyuarakan tutup TPL,” ujar Gandi di Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2025.
Bersama Rivai Silaban, Gandi menemui mantan Menteri Kehutanan MS Kaban di Bogor untuk meminta pandangan terkait polemik ini. Menurutnya, gerakan doa bersama yang digelar di Tugu Proklamasi justru bergeser menjadi ajang demonstrasi dan protes terhadap perusahaan yang selama ini mendapatkan sejumlah penghargaan dari pemerintah.
MS Kaban mengaku sudah mengikuti isu tersebut melalui pemberitaan media. Ia menilai desakan penutupan TPL bisa saja dipengaruhi faktor persaingan bisnis dengan pihak luar negeri.
“Penanaman eukaliptus di Indonesia hanya butuh kurang dari 10 tahun untuk dipanen dengan kualitas baik, sementara di luar negeri bisa lebih dari 20 tahun. Jadi, kecemburuan pengusaha luar negeri terhadap TPL sangat mungkin terjadi,” kata Kaban.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan tanaman industri. Kaban juga mengingatkan agar semua pihak mengedepankan stabilitas sosial.
“Jangan sampai terjadi hal yang merugikan. Cobalah berkomunikasi dengan masyarakat yang pro maupun kontra, dengan pihak TPL, dan juga dengan pemerintah daerah,” tegasnya.***
Gandi Parapat Kritik Gerakan Ephorus HKBP yang Serukan Penutupan TPL










