Dari rival menjadi rekan, keempat eks Persiraja siap menguatkan skuad PSMS Medan musim 2025-2026.

banner 468x60

MEDAN, Radarjakarta.id  – Dalam dunia sepak bola, rivalitas sering kali berubah menjadi peluang. PSMS Medan, klub legendaris berjuluk Ayam Kinantan, baru saja membuat langkah berani menjelang kompetisi Liga 2 musim 2025-2026. Empat pemain asal Aceh resmi bergabung, mencuri perhatian publik Sumatera dan membangkitkan spekulasi seputar ambisi klub untuk kembali ke papan atas.

Keempat pemain itu adalah Fakhrurrazi Kuba, Vivi Asrizal, Zikri Ferdiansyah, dan Arief Setiawan—semuanya eks Persiraja Banda Aceh yang kini menjadi bagian dari tim rival. Nama mereka sempat menghiasi rumor transfer, terutama Fakhrurrazi Kuba dan Zikri Ferdiansyah, yang dikabarkan akan kembali ke Persiraja. Namun kenyataannya, mereka memilih PSMS Medan, menambah daya gedor klub asal ibu kota Sumatera Utara itu.

Fakhrurrazi Kuba, kiper senior asal Aceh Utara, kembali memperkuat PSMS untuk musim keduanya. Musim lalu, ia menjadi benteng terakhir yang krusial bagi Ayam Kinantan. Sebelumnya, ia pernah berjasa membawa Persiraja promosi ke Liga 1 enam tahun lalu. Kestabilan dan pengalaman Kuba diharapkan menjadi fondasi lini belakang PSMS yang ingin tampil lebih solid.

Di lini pertahanan, hadir Zikri Ferdiansyah, bek muda asal Aceh Besar. Dua musim lalu, Zikri menjadi tembok pertahanan utama Persiraja bersama Revan, sebelum akhirnya sempat memperkuat Persik Kediri. Meskipun masih muda, kualitasnya sudah diakui klub-klub besar, dan kini ia siap menegaskan kemampuan di Medan.

Sementara itu, lini sayap PSMS kini diperkuat Vivi Asrizal, winger kreatif asal Aceh Selatan. Musim lalu, ia menjadi momok bagi PSMS ketika mencetak gol indah ke gawang Ayam Kinantan, membuat Medan kalah di kandang sendiri. Kini, keajaiban itu bergeser: Vivi kini berseragam hijau PSMS, menambah kecepatan dan kreativitas di lini depan. Vivi juga menjadi satu-satunya pemain Aceh yang pernah membela tiga klub besar Sumatera: Persiraja, Semen Padang, dan kini PSMS Medan.

Terakhir, Arief Setiawan, pemain sayap lincah asal Langsa, resmi bergabung. Dikenal pekerja keras dan gesit, Arief diharapkan menjadi opsi serangan tambahan yang mampu membuka ruang dan menciptakan peluang bagi striker PSMS.

Kehadiran keempat pemain ini bukan sekadar tambahan skuad, tetapi juga sinyal ambisi PSMS Medan. Dukungan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Wali Kota Medan, Rico Waas, memastikan klub dapat menggunakan Stadion Sumatera Utara sebagai markas, lengkap dengan fasilitas latihan yang memadai.

PSMS kini menatap Liga 2 dengan optimisme baru. Kombinasi pengalaman dan semangat muda dari empat pemain Aceh ini menjadi kunci harapan agar Ayam Kinantan bisa kembali bersaing di papan atas, dan siapa tahu, menembus kembali Liga 1.

Pertanyaan besar tetap menggantung: apakah keempat eks Persiraja ini mampu menghidupkan ambisi besar PSMS? Hanya waktu dan perjalanan di lapangan hijau yang akan menjawabnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.