JAKARTA. Radarjakarta.id – Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan dukungan penuh terhadap sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan, “Daripada dijajah kembali, lebih baik mati.”
Bamsoet menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo bukan sekadar retorika, melainkan panggilan moral bagi seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga kedaulatan NKRI dengan semangat juang yang membara. Di tengah derasnya arus globalisasi, ancaman terhadap bangsa tidak hanya dari invasi militer, melainkan juga serangan teknologi, informasi, dan ekonomi.
“Pertahanan negara tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan militer formal. Kesiapan mental dan kesadaran bela negara seluruh rakyat, terutama dari desa, adalah kunci kemenangan kita,” ujar Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Bamsoet mengingatkan, walaupun Indonesia menempati peringkat ke-13 kekuatan militer dunia berdasarkan Global Firepower Index 2025, hal itu tak boleh membuat bangsa terlena. Dia menekankan bahwa program bela negara dan strategi pertahanan teritorial harus diperkuat hingga ke tingkat desa. Dengan 43,7 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan (data BPS 2024), desa harus menjadi benteng utama mempertahankan NKRI.
“Kedaulatan negara bukan hanya soal senjata, tapi soal kesadaran nasional, solidaritas sosial, dan cinta tanah air yang tumbuh di akar rumput. Jika setiap desa siap siaga, maka kedaulatan kita sulit ditembus,” tegas Bamsoet.
Situasi geopolitik di Asia Pasifik yang semakin panas dengan sengketa Laut China Selatan, ketegangan Selat Taiwan, serta kemajuan teknologi militer seperti rudal hipersonik dan drone tempur, menurut Bamsoet, menuntut kesiapsiagaan total dari seluruh elemen bangsa.
Sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bamsoet mengajak seluruh rakyat Indonesia menanamkan pendidikan karakter dan semangat bela negara sejak dini. “Kita harus menjadikan bela negara sebagai gerakan rakyat semesta, yang dimulai dari desa hingga kota, agar NKRI tetap tegak dan jaya,” pungkasnya.| Guffe*
Bamsoet Tegaskan: NKRI Harga Mati, Bela Negara Harus Dimulai dari Desa










