BOGOR, Radarjakarta.id – Minggu dini hari, 10 Agustus 2025, suasana di Perumahan Bukit Waringin, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, berubah mencekam. Hujan deras membuat jalan kompleks berubah menjadi “sungai” berarus deras, bahkan sebuah mobil dilaporkan terseret air saat terparkir di depan rumah.
Kolonel Inf Iman Widhiarto, S.T., M.M., Dandim 0508/Depok, yang tiba di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB, menyebut banjir kali ini tergolong banjir lintasan. “Kalau banjir genangan itu airnya diam. Di sini arusnya deras, dalam, dan membahayakan. Tidak semua orang bisa menyeberang,” ujarnya.
Fokus utama peninjauan adalah memberikan pertolongan darurat dan mengevakuasi warga, terutama lansia, wanita, dan anak-anak, ke lokasi yang lebih aman. Sebagian warga memang tidak terdampak langsung karena rumah mereka bertingkat atau sudah ditinggikan, mengingat banjir di kawasan tersebut kerap terjadi saat hujan berintensitas tinggi.
Proses evakuasi tidak mudah. Arus deras dan jalan yang longsor menyulitkan tim gabungan. Meski BPBD Kabupaten Bogor mengerahkan perahu karet, jarak titik evakuasi yang jauh dan melawan arus tanpa bantuan mesin membuat pergerakan menjadi lambat.
Banjir ini menyebabkan kerusakan pada rumah dan perabotan warga. Sebagai langkah lanjutan, Dandim telah memerintahkan Danramil dan Kapolsek setempat untuk menyalurkan bantuan makanan serta memulai pembersihan pasca-banjir.
Operasi evakuasi ini melibatkan 10 personel TNI, 10 personel Polri, dan 4 anggota BPBD. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 04/Bojonggede Mayor Arh Ruwijo, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, Panit Patroli Iptu Dompas, serta Danru BPBD Bapak Soleh.
Kegiatan peninjauan dan evakuasi ini, menurut Dandim, merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan BPBD untuk memastikan warga di daerah rawan banjir dapat segera dipindahkan ke lokasi aman saat terjadi banjir susulan.











