Bendera Karung Beras, Protes Nelayan Miskin di Batu Bara

banner 468x60

BATU BARA, Radarjakarta.id
Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, ketika rumah-rumah di seluruh negeri berlomba-lomba memasang Merah Putih berkibar megah, pemandangan memilukan justru datang dari Dusun VI, Desa Sumber Tani, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Sofyan (45), seorang nelayan miskin, berdiri lesu di depan rumahnya yang reyot. Alih-alih bendera merah putih dari kain, di tiang bambu miliknya justru berkibar sehelai karung beras bekas warnanya pudar, robek di beberapa sisi. Dipasang tiga perempat tiang, simbol getir bahwa kemerdekaan belum benar-benar hadir bagi dirinya.

“Ini protes saya untuk pemerintah. Sampai hari ini, saya belum pernah menerima bantuan beras. Sementara tetangga yang ekonominya lebih baik, malah dapat,” ungkap Sofyan dengan nada getir, Jumat (8/8/2025).

Warga sekitar membenarkan bahwa aksi Sofyan bukan sekadar iseng. “Dia bilang itu tanda kecewa. Katanya, orang miskin seperti dia tak dianggap,” ujar Seno Aji, tetangga yang mengabadikan momen tersebut.

Ironisnya, Kepala Desa Sumber Tani, Sudirman, terkesan lepas tangan. “Protes ke pusatlah. Data penerima bantuan dari sana, kita cuma menyalurkan,” katanya enteng. Padahal, dari 700 KK di desa tersebut, 347 menerima bantuan beras, Sofyan tidak termasuk.

Aksi “bendera karung beras” Sofyan kini menjadi simbol luka lama rakyat kecil: negara dan pemerintah daerah sering kali abai, membiarkan rakyat miskin menunggu belas kasihan, sementara jargon keadilan sosial hanya jadi hiasan pidato kenegaraan.

Kemerdekaan sejati seharusnya hadir di perut rakyat sebelum di podium pejabat. Jika orang miskin terus dikesampingkan, untuk siapa sebenarnya negeri ini merdeka?

| Al Pane*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.