JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu siang (6/8), yang dihadiri penuh oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Agenda tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja menjelang 10 bulan pertama pemerintahan serta penegasan arah strategi nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Mulai pukul 13.00 WIB, para menteri berdatangan ke Istana dengan pakaian seragam khas kabinet—kemeja putih dan celana atau rok hitam. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono, Menko PM Muhaimin Iskandar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Juga tampak Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Imigrasi dan Paspor Agus Andrianto. Wamenkeu Suahasil Nazara dan Menpan-RB Rini Widyantini turut melengkapi barisan pembantu Presiden.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras kabinet dan menegaskan bahwa strategi pembangunan nasional yang telah diterapkan berjalan di jalur yang benar.
“Saya sebagai nakhoda, sebagai kapten kesebelasan, ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras saudara-saudara. Strategi-strategi kita terbukti berada di kompas yang benar,” ujar Prabowo.
Ia mengingatkan bahwa kondisi geopolitik dan geoekonomi global berubah sangat cepat sejak dirinya mulai menjabat pada Oktober 2024, dan kini memasuki fase yang jauh lebih kompleks.
“Ketika kita mulai pemerintahan 20 Oktober, situasi global tidak serumit sekarang. Kini kita menghadapi konflik multidimensi dan ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti adanya praktik-praktik ekonomi yang tidak sehat dan dinilai berpotensi memiskinkan rakyat demi keuntungan segelintir pihak. Ia menyebut adanya aktor-aktor sistemik dalam ekonomi nasional yang hanya mengejar profit tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
“Ada pemain-pemain ekonomi yang niatnya hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya. Bila perlu rakyat dimiskinkan terus agar mereka bisa menghisap kekayaan bangsa ini seperti menghisap darah. Ini adalah realisme,” tegas Presiden.
Prabowo memastikan bahwa pemerintah tidak akan diam. Ia menegaskan seluruh jajaran kabinet harus bersatu melawan praktik-praktik yang merugikan rakyat.
“Kita bukan anak-anak kecil. Kita duduk di sini sebagai pemimpin bangsa, dan kita tidak akan tinggal diam saat rakyat ditekan dan dimiskinkan,” tandasnya.
Sidang kabinet ini menjadi sinyal kuat arah pemerintahan Prabowo ke depan: keberpihakan total pada rakyat, konsolidasi kekuatan nasional, serta komitmen untuk tidak membiarkan bangsa ini dikuasai oleh kepentingan ekonomi yang merusak fondasi kesejahteraan.***
Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna: Tegaskan Komitmen Bela Rakyat dari Pemiskinan Sistematis










