Teror Bom Palsu Gegerkan Lion Air JT-308, Penumpang Panik

banner 468x60

TANGERANG, Radarjakarta.id – Penerbangan Lion Air JT-308 rute Jakarta-Kualanamu mendadak berubah menjadi momen menegangkan pada Sabtu malam, 2 Agustus 2025. Seorang penumpang laki-laki berinisial H membuat kehebohan di dalam kabin dengan berteriak bahwa dirinya membawa bom.

Insiden ini terjadi saat pesawat telah melakukan push back dan bersiap menuju taxiway. H tiba-tiba mengamuk dan berteriak mengaku membawa bahan peledak. Situasi langsung memicu kepanikan di antara 184 penumpang yang berada di dalam pesawat. Salah satu penumpang bahkan menyatakan nyaris memukul pelaku karena ulahnya.

“Saat pesawat mulai bergerak, pria itu teriak-teriak soal bom. Heboh sekali suasananya, semua orang panik,” ujar Saut Boangmanalu, salah satu penumpang yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Humas Bawaslu Sumut.

Menurut keterangan Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, awak kabin langsung mengikuti prosedur darurat. Pesawat diminta kembali ke apron untuk memastikan keamanan. Pelaku lalu diamankan oleh petugas keamanan bandara dan diserahkan kepada penyidik dari kepolisian, Otoritas Bandara, dan PPNS.

“Awak kabin telah mengonfirmasi ulang, namun penumpang tetap menyampaikan hal yang sama. Sesuai prosedur keselamatan, informasi ini langsung dilaporkan kepada kapten pilot dan diteruskan kepada otoritas darat,” jelas Danang.

Akibat insiden tersebut, seluruh penumpang harus turun dari pesawat dan menjalani pemeriksaan ulang, termasuk penyaringan keamanan terhadap barang bawaan. Penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 17.00 WIB akhirnya baru berangkat sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald Sipayung, memastikan bahwa H kini dalam pemeriksaan intensif untuk mendalami motif tindakannya. Polisi belum memastikan apakah ancaman bom itu hanya lelucon atau upaya teror, namun menegaskan bahwa pelaku terancam pidana.

“Penyidik masih mendalami motif pelaku. Kami pastikan bahwa tindakan ini tidak bisa dianggap remeh. Ada ancaman pidana yang menanti,” kata Ronald.

Ia menambahkan bahwa pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta kini ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa. Polisi dan otoritas bandara menegaskan akan mengambil langkah hukum tegas terhadap siapa pun yang mencoba menggangu keamanan penerbangan.

Video insiden itu pun beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, H tampak berteriak sambil menyuruh petugas turun dari pesawat dengan dalih membawa bom. Meski tidak ditemukan bahan peledak dalam pemeriksaan, Lion Air dan aparat tetap mengklasifikasikan insiden ini sebagai ancaman serius (bomb threat).

“Kami tidak main-main. Situasi ini ditangani sebagai ancaman keamanan penerbangan demi kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang,” tegas Danang.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.