SAH! Kongres VI PDIP di Bali, Megawati Kembali Jadi Ketua Umum

banner 468x60

BADUNG, Radarjakarta.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi menggelar Kongres VI secara tertutup di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (1/8/2025). Agenda utama kongres ini adalah pengukuhan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP untuk periode 2025–2030.

Megawati tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WITA dengan pengamanan ketat dari petugas internal partai, termasuk Satuan Tugas Cakra Buana yang menutup seluruh akses menuju lokasi. Dekorasi megah bertuliskan “Kongres 6 PDIP” menghiasi lobi utama BNDCC, selaras dengan tema besar yang diusung: Satyam Eva Jayate atau Berderap dalam Satu Rampak Barisan.

Penjagaan ekstra diberlakukan bagi semua pihak yang hendak memasuki area kongres. Hanya individu dengan identitas khusus yang diperkenankan masuk, termasuk staf dan pekerja gedung yang tidak berasal dari internal partai.

Kongres Dihadiri Penuh, Pengukuhan Megawati Berlangsung Singkat

Ketua Steering Committee Kongres, Komarudin Watubun, menyatakan bahwa seluruh peserta kongres secara bulat meminta agar Megawati segera dikukuhkan kembali sebagai ketua umum. “Karena sudah terpilih di Rakernas kemarin, kongres hanya mengukuhkan. Dan ternyata berlangsung lebih cepat dari jadwal,” ujar Komarudin.

Ia menambahkan, pengukuhan Megawati disertai pengambilan sumpah secara resmi. Dengan demikian, Megawati kembali memimpin PDIP, partai yang telah ia nahkodai sejak berdiri pada 1999.

Selanjutnya, Megawati dijadwalkan segera menyusun struktur kepengurusan DPP PDIP untuk periode lima tahun ke depan. Komarudin menegaskan bahwa kewenangan penuh ada di tangan ketua umum. “Itu hak prerogatif Ibu Megawati. Siapa yang ditunjuk, dan kapan diumumkan, semua tergantung beliau,” katanya.

Terkait posisi Sekretaris Jenderal, Komarudin menolak berspekulasi apakah Hasto Kristiyanto akan kembali menjabat. Ia menegaskan bahwa dalam AD/ART partai tidak ada pembatasan maksimal masa jabatan Sekjen. “Tidak ada batas dua periode. Itu semua wewenang ketua umum,” ujarnya.

Simbol Kekompakan Keluarga: Puan dan Nanan Cium Megawati

Di tengah berlangsungnya kongres, suasana haru dan kehangatan keluarga turut mewarnai. Dua anak Megawati, Puan Maharani dan Prananda Prabowo (Nanan), memberikan “hadiah istimewa” kepada sang ibu. Mereka tampak kompak mencium Megawati dalam sebuah momen yang diabadikan melalui unggahan Instagram @puanmaharani.

Dalam foto tersebut, Megawati mengenakan seragam hitam, dikelilingi Puan dengan kemeja merah dan Nanan dengan jaket hitam. Ketiganya tersenyum hangat ke arah kamera. “Bismillah,” tulis Puan singkat dalam keterangan foto.

Soliditas Internal Jadi Penekanan

Sebelum kongres, PDIP juga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para legislator dari DPR RI, DPRD Provinsi, hingga Kabupaten/Kota di Sanur, Bali. Meski dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, Bimtek hanya digelar satu hari pada Rabu (30/7).

Dalam kesempatan itu, Puan Maharani menegaskan pentingnya soliditas internal partai. “Kita boleh berbeda asal-usul dan cara, tapi kita tidak boleh berbeda haluan, tujuan, dan kepemimpinan ideologi. Kita harus tetap solid dalam satu barisan yang dipimpin Ibu Megawati,” ujar Ketua DPP PDIP itu.

Kongres VI PDIP ini diikuti oleh jajaran pengurus pusat, DPD, DPC, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara seluruh tingkatan partai dari seluruh Indonesia. Agenda pengukuhan Megawati menandai konsolidasi besar partai menuju masa bakti 2025–2030.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.