1.000 Tanda Tangan dari Palembang Menggema ke Jakarta: Ratu Sinuhun Layak Jadi Pahlawan Bangsa

banner 468x60

PALEMBANG, RadarJakarta.id – Langit sore di atas Benteng Kuto Besak (BKB), Rabu (23/7/2025), menjadi saksi semangat baru dalam lembar sejarah Indonesia. Ratusan warga Palembang berkumpul dengan satu tujuan mulia: memperjuangkan pengakuan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional Perempuan pertama dari Sumatera Selatan.

Dalam aksi bertajuk “1.000 Tanda Tangan untuk Ratu Sinuhun”, kain putih terbentang panjang dan dipenuhi coretan tanda tangan yang bukan sekadar simbol—tetapi wujud nyata kecintaan dan penghormatan terhadap sosok perempuan pelopor hukum dan keadilan dari abad ke-16.

Ratu Sinuhun: Penulis Hukum Visioner dan Pembela Martabat Perempuan

Ratu Sinuhun dikenal luas sebagai tokoh penulis Kitab Simbur Cahaya, sebuah karya hukum progresif yang menyatukan nilai adat dan Islam. Yang luar biasa, di masa ketika dunia belum mengenal konsep keadilan gender, Ratu Sinuhun sudah memperjuangkannya: melindungi perempuan dari kekerasan, pelecehan, hingga praktik pernikahan yang tak manusiawi.

“Bayangkan, pada abad ke-16, beliau telah menggagas hukum yang berpihak pada perempuan. Itu bukan sekadar keberanian, tapi visi yang melampaui zamannya,” ujar Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.Ikom, Ketua Umum Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, inisiator aksi ini.

Dukungan Nasional Mengalir

Tak hanya masyarakat sipil yang bersuara. Tokoh-tokoh nasional turut memberikan dukungan penuh terhadap pengusulan Ratu Sinuhun. Mayjen (Purn) Ikhsan, perwakilan panitia pengusulan, mengungkapkan bahwa seluruh berkas administratif, termasuk kajian ilmiah sejarah dan dampak sosial pemikiran Ratu Sinuhun, telah rampung disusun.

“Ini momentum bangsa. Sejarah kita harus mencatat perempuan bukan sebagai pelengkap narasi, tetapi sebagai penggerak utama peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Hanna Gayatri, Ketua Pembina Srikandi TP Sriwijaya, menambahkan bahwa sosok Ratu Sinuhun menjadi inspirasi yang sangat relevan untuk membangun Indonesia yang adil dan setara.

“Beliau bukan hanya milik Sumatera Selatan. Beliau milik Indonesia. Sosoknya adalah cermin dari nilai luhur yang kita butuhkan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Langkah Awal Menuju Sejarah Baru

Aksi ini menjadi langkah awal dalam perjuangan panjang menuju pengakuan resmi dari negara. Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini didorong untuk segera mengajukan usulan resmi kepada pemerintah pusat.

Kiprah Ratu Sinuhun menandai bahwa semangat perubahan tidak mengenal zaman. Ia telah menyalakan api keadilan sejak ratusan tahun lalu dan kini, masyarakat modern memikul tanggung jawab untuk memastikan namanya bersinar dalam catatan sejarah bangsa.| Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.