Delapan Nagari Terbakar! Karhutla Menggila di Solok, Warga Cemas

banner 468x60

SOLOK, RadarJakarta.id – Kepanikan dan keprihatinan menyelimuti warga Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dalam waktu singkat membakar delapan nagari sekaligus hanya dalam satu hari, Jumat (18/7/2025). Asap tebal mengepung, petugas kelelahan, dan masyarakat mulai cemas akan krisis air dan bahaya asap yang mengintai pernapasan.

“Delapan nagari terbakar dalam sehari! Petugas kami harus bekerja siang malam dengan alat seadanya dan medan yang sangat berat,” ungkap Zulhelmi Bosy, Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Solok, Sabtu (19/7/2025).

Kebakaran pertama kali muncul di Bukik Junjuang Siriah, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, lalu merambat cepat ke kawasan lain: Saniangbaka, Puncak Gagoan, Sungai Lasi, Sulik Aia, Talang Babungo, Bukik Kili Koto Baru, Padang Balimbiang Koto Sani, hingga Alahan Panjang. Sabtu pagi, titik api baru bahkan muncul di Nagari Kinari.

“Ini bukan kebakaran biasa. Ini bencana ekologis. Kalau hutan habis, dari mana kita dapat air?” ujar seorang warga Saniangbaka yang mulai kesulitan air bersih akibat sumber mata air yang mulai mengering.

Petugas Kewalahan, Armada Rusak, dan Medan Tak Terjangkau

Solok hanya memiliki 94 personel pemadam dan lima armada, namun dua unit rusak akibat kecelakaan dan satu lainnya sudah tak layak pakai. Situasi menjadi sangat genting karena banyak area yang tak bisa dijangkau kendaraan.

“Petugas harus berjalan kaki membawa ranting dan ember air. Banyak yang tumbang karena kelelahan,” tambah Zulhelmi.

Kondisi kian rumit dengan topografi perbukitan dan musim kemarau yang menyebabkan sumber air alami ikut mengering. Pemadaman manual dengan alat sederhana menjadi satu-satunya pilihan di titik-titik yang sulit dijangkau.

Kebakaran Terbesar Tahun Ini, 37 Titik Api Terpantau

Kepala Bidang Damkar Kabupaten Solok, Aini, mengungkapkan bahwa kebakaran ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2025 di wilayah Solok.

“Dalam satu hari kami mencatat ada 37 titik api. Ini kebakaran kedua dalam dua bulan terakhir, tapi kali ini lebih luas dan lebih menguras tenaga,” jelasnya.

Tim gabungan dari Damkar, TNI, Polri, hingga masyarakat berjibaku memadamkan api. Namun medan ekstrem, asap tebal, dan angin kencang membuat segalanya jauh dari mudah.

Peringatan: Jangan Bakar Lahan!

Data menunjukkan bahwa sejak awal tahun, lebih dari 110 hektare lahan telah terbakar di wilayah Sumbar, termasuk Solok, Agam, dan Limapuluh Kota. Mayoritas disebabkan ulah manusia yang membuka lahan dengan cara membakar.

Aini mengimbau keras agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan dan mendesak pemerintah daerah untuk segera memperkuat armada, logistik, serta kesiapsiagaan petugas.

“Kalau terus dibiarkan, ini bisa meluas ke permukiman. Kita tidak bisa menunggu sampai terjadi bencana besar baru bertindak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung di beberapa titik. Tim terus meminta bantuan tambahan agar api tidak menjalar lebih luas.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.