LOS ANGELES, Radarjakarta.id – Penyanyi pop muda dan ikon generasi Z, Olivia Rodrigo, secara terbuka menyuarakan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina. Melalui unggahan emosional di Instagram Story-nya, pelantun “Happier” ini menggugah jutaan pengikutnya untuk peduli dan bertindak.
“Tak ada kata yang dapat menggambarkan kesedihan yang kurasakan saat menyaksikan kehancuran yang menimpa orang-orang tak berdosa di Palestina,” tulis Rodrigo, Sabtu (12/7/2025), dalam sebuah unggahan yang langsung viral di berbagai platform media sosial.
Rodrigo, yang dikenal lewat kiprahnya di Disney dan keberhasilannya menembus tangga lagu Billboard, kini menempatkan dirinya di garis depan selebritas muda yang bersuara untuk hak asasi manusia. Dalam unggahan lanjutannya, ia menyampaikan kondisi memilukan yang dihadapi warga sipil Palestina.
“Para ibu, ayah, dan anak-anak di Gaza kelaparan, kehausan, tanpa akses layanan medis dasar dan bantuan kemanusiaan.”
Lebih dari sekadar menyuarakan empati, Rodrigo menyerukan tindakan nyata: ia mengajak publik untuk berdonasi melalui UNICEF dan menyatakan bahwa dirinya telah menyumbang secara pribadi.
“Aku telah berdonasi kepada @unicef untuk membantu para korban situasi mengerikan ini dan mendorong kalian untuk melakukan hal serupa jika mampu,” tulisnya.
Kemanusiaan yang Tak Boleh Lenyap
Pernyataan Rodrigo tak berhenti pada Gaza. Ia menegaskan bahwa penderitaan anak-anak di mana pun, baik di Palestina maupun Israel tak boleh dinormalisasi.
“Tidak ada anak di Israel, Palestina, atau di mana pun di dunia ini yang pantas menderita seperti ini. Sungguh mengerikan dan tidak dapat diterima. Menyerah pada mereka sama saja dengan menyerah pada kemanusiaan kita bersama.”
Rodrigo juga membagikan video dari Gaza yang menunjukkan kehancuran di Rafah akibat serangan udara Israel. Banyak pengikutnya mengaku terharu dan tersadar akan situasi yang selama ini luput dari perhatian utama media arus utama.
Meski ada kritik terhadap waktunya bersuara yang dinilai “terlambat”, banyak pihak tetap memuji keberaniannya. Apalagi, Olivia Rodrigo sebelumnya juga dikenal aktif dalam kampanye hak reproduksi perempuan, dukungan terhadap imigran, dan keterlibatan pemilih muda di Amerika Serikat.
Kondisi Terkini Palestina: Permukiman Israel Kian Meluas
Sementara itu, kondisi di wilayah pendudukan Palestina semakin memprihatinkan. Dilansir dari Al Jazeera dan dikutip oleh Liputan6.com Global, pemerintah Israel berencana membangun sedikitnya 2.339 unit permukiman baru di Tepi Barat.
Wilayah Qalqilya disebut akan menjadi titik pembangunan terbesar dengan 1.352 unit, disusul 430 unit di sekitar Ramallah dan Yerusalem Timur. Kota Betlehem dan wilayah barat Ramallah juga akan terdampak. Bahkan, sebuah proyek kawasan bertajuk “Taman Nasional Samaria” direncanakan dibangun di Sebastia, kota bersejarah Palestina di utara Nablus.
Rencana ini datang tak lama setelah Mahkamah Internasional (ICJ) pada Juli 2024 menyatakan bahwa semua permukiman Israel di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional. ICJ menegaskan status wilayah pendudukan dan menyerukan penghentian pembangunan permukiman.
Pakar HAM menyebut proyek perluasan ini akan semakin menyempitkan ruang hidup rakyat Palestina dan memperkuat dominasi pendudukan.
Suara Olivia Rodrigo adalah cerminan bahwa nurani tak mengenal batas negara atau usia. Ketika tokoh muda dunia mulai menyuarakan kepedulian atas tragedi yang terus berulang, dunia harus lebih dari sekadar mendengarkan ia harus bertindak.***










