Warkop DKI Kartun Tayang di Bioskop, Viral Gara-Gara Nama Kru Dihilangkan dari Credit Title

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Film animasi Warkop DKI Kartun resmi tayang di bioskop sejak Kamis, 26 Juni 2025. Namun, di tengah euforia kemunculan kembali trio legendaris Dono, Kasino, dan Indro dalam format animasi, muncul suara kecewa dari salah satu kru produksi yang merasa dilupakan.

Seorang seniman latar belakang (background artist) dengan akun X (dulu Twitter) @orenjidigiart mengunggah curhat mengejutkan soal ketiadaan namanya dalam credit title film tersebut.

“Kok gua nggak ada di credit title sebagai BG Artist?” tulisnya, Jumat (27/6/2025).

“Setahun lembur sampai sakit-sakitan buat apa dong?” lanjutnya kecewa.

Ia mengaku telah bekerja keras selama satu tahun, mengerjakan ilustrasi latar film tersebut bahkan sampai jatuh sakit. Meski sudah memenuhi berbagai revisi dan dijanjikan masuk dalam kredit, namanya tak kunjung tercantum.

Tak hanya itu, ia juga merasa heran karena nama-nama dalam credit title justru tidak dikenalnya.

“Terus nih orang-orang siapa dah? Yang gua tau cuma beberapa doang jir,” keluhnya.

Ia pun menuntut agar pihak produksi memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.

“Gimana nih #warkopdkikartun? Mana apresiasi dan permohonan maaf kalian secara langsung dan publik?” ujarnya.

Warkop DKI dalam Format Baru: Nostalgia dan Hiburan Anak Masa Kini

Terlepas dari kontroversi tersebut, Warkop DKI Kartun tetap mencuri perhatian publik. Film ini menghadirkan kembali ikon komedi Indonesia dalam versi kartun yang segar, dengan durasi sekitar 80 menit. Diproduksi Falcon Pictures dan disutradarai oleh Rako Prijanto bersama Daryl Wilson, film ini mencoba menjembatani dua generasi: generasi nostalgia dan generasi digital.

Dalam format omnibus, film terbagi dalam tiga cerita utama, mengisahkan Dono, Kasino, dan Indro sebagai agen CHIIPS parodi dari serial CHiPs era 80-an. Aksi mereka konyol, absurd, namun menghibur, dibalut referensi budaya pop seperti Scooby-Doo, Detective Conan, Shinchan, hingga Tom & Jerry. Tak ketinggalan cameo nyeleneh seperti “Kim Jong-un KW” dan wasit legendaris Pierluigi Collina ikut meramaikan layar.

Penonton dewasa akan menangkap sindiran sosial tentang pendidikan, sepak bola, hingga teknologi digital, sementara anak-anak bisa menikmati warna-warni dan gerak slapstick khas kartun klasik tanpa harus memahami seluruh konteks.

Penghormatan atau Peniruan? Suara Warkop DKI Diinterpretasi Ulang

Meskipun suara asli Dono, Kasino, dan Indro tak lagi digunakan, tim pengisi suara berhasil menghadirkan nuansa yang akrab. Bukan sekadar meniru, tapi menghormati warisan komedi legendaris yang membesarkan nama Warkop DKI.

Kontroversi Bayangi Keberhasilan?

Sayangnya, sorotan terhadap film ini bukan hanya karena kualitas dan nostalgia, tetapi juga dugaan pelanggaran etika produksi. Keluhan pekerja kreatif soal hilangnya nama dari credit title mengingatkan publik bahwa di balik kemeriahan industri hiburan, ada hak-hak profesional yang tetap harus dijaga.

Jika tak segera ditanggapi, kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi industri animasi Indonesia yang sedang tumbuh. Dan pertanyaan pun bergema: Apakah tawa di layar harus dibayar dengan air mata di belakang layar?***.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.