PASURUAN, Radarjakarta.id — Suasana serius menyelimuti Aula Serbaguna Rutan Kelas IIB Bangil pagi itu. Sebanyak 13 narapidana duduk bersiap menghadapi momen penting dalam perjalanan hukum mereka: Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Tak sekadar prosedur rutin, sidang ini menjadi titik balik menentukan apakah mereka layak mendapatkan pembebasan bersyarat, remisi, atau program integrasi lainnya.
Sidang TPP digelar sebagai bagian dari upaya Rutan Bangil membangun sistem pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Dipimpin oleh Imron Rosyadi, Kasubsi Pelayanan Tahanan, tim yang terdiri dari pejabat struktural, staf pembinaan, dan unsur keamanan menelaah satu per satu laporan perkembangan narapidana.
“Kami tidak hanya menilai berdasarkan perilaku di permukaan. Kami lihat konsistensi, kejujuran, dan komitmen perubahan mereka,” ujar Imron. Evaluasi dilakukan berdasarkan catatan harian pembinaan dan laporan pengawasan yang mendalam.
Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, menegaskan bahwa sidang ini adalah bagian dari tanggung jawab negara dalam membina dan memanusiakan narapidana.
“Ini bukan sekadar mekanisme teknis. Ini adalah ruang untuk memberi harapan, membangun kembali nilai-nilai, dan mendorong mereka menjadi manusia yang utuh ketika kembali ke masyarakat,” katanya.
Bagi sebagian warga binaan, sidang ini adalah kesempatan kedua yang dinanti. Sebuah pintu menuju dunia luar, tempat mereka berharap bisa menebus masa lalu. Bagi negara, ini adalah tolok ukur keberhasilan sistem pemasyarakatan—mampu tidaknya lembaga ini melahirkan pribadi yang lebih baik, bukan hanya mengurung mereka.
Sidang TPP di Rutan Bangil menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan akhir dari segalanya. Di balik jeruji, harapan masih tumbuh, dan keadilan terus berproses dengan pendekatan yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
Sidang TPP Rutan Bangil evaluasi 13 napi, tentukan kelayakan remisi dan pembebasan. Harapan tumbuh di balik jeruji besi.|Eva*
Rutan Bangil Gelar Sidang TPP: 13 Narapidana Dievaluasi, Siapkah Mereka Kembali ke Masyarakat?










