DEPOK, Radarjakarta.id – Yayasan Amal Khair Yasmin, Foundation Botnar dan Aflatoun Internasional menyelenggarakan Sosialisasi Membangun Generasi Cerdas FInansial di salah satu Hotel di Jakarta Selatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, serta memberikan pengetahuan praktis dalam berbagai aspek keuangan serta membangun generasi muda cerdas finansial.
Botnar mendukung kolaborasi integrasi literasi finansial dalam kurikulum nasional Indonesia dengan kontekstualisasi dan integrasi modul Aflateen ke dalam modul ajar dan Modul Proyek Kurikulum Merdeka.
Yasmin berkolaborasi dengan Tim BSKAP-Puskurjar Kemendikbud RI telah menyusun lima modul ajar dan dua modul proyek terkait literasi finansial yang dapat diunduh di laman Rumah pendidikan.
Dalam kegiatan ini tiga orang pembicara ahli di bidang keuangan,:
Nina Purnamasari dari PuskurJar Kemendikbud dengan tema Bergerak Bersama membangun kesadaran dan kompetensi literasi finansial bagi Murid.
Nina mengatakan bahwa memberikan contoh inspirasi Pendidikan Lietrasi finansial melalui berbagia macam cara dalam kurikulum, seperti Intrakurikuler. Project Penguatan Profile Pelajar Pancasila.
Ekstrakurikuler Dalam inspirasi pendidikan literasi finansial, Kemendikbud, dalam hal ini PUSKURJAR bekerjasama dengan Yayasan Amal Khair Yasmin dan Fondation Botanar mengembangkan Modul ajar dan modul projek yang bisa di unduh.
“Modul ajar dan modul project ini sudah bisa diimplementasi oleh para guru agar memberikan wawasan yang akan membuka cakrawala berfiki,”katanya.
Sementara, Dewi Angraeni, CFP dari Kemenkeu dengan tema Literasi Finansial pada Generasi Muda.
Fatma Dewi Vidiasih Wulansari dari Quantum Magna (QM) Financial. Dengan tema Mengapa Anak Muda Perlu Melek Finansial? Membangun kebiasaan cerdas sejak Bangku Sekolah
Dewi, menerangkan dan mengambil Statistik Fintech OJK, Maret 2025 bahwa isu-isu terkait literasi keuangan tentang Pinjaman Online, Judi Online dan Investasi Bodong.
Korban pinjol sebanyak 61% Anak muda, dan usia 19-34 tahun gagal bayarnya sebesar Rp 794,41 Miliar.
Sementara kerugian dari Judi Online sebesar Rp 327 T dan Menurut laporan PPATK per Juli 2024, sekitar 80.000 atau 2% dari total 4 juta pemain judi online adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun.
Fatma Dewi Vidiasih endahnya literasi finansial merupakan salah satu penyebab utama masyarakat memasuki siklus jebakan finansial berantai yang memiliki dampak pada level mikro (e.g.
Krisis keuangan pribadi) dan makro (e.g. penurunan kesejahteraan masyarakat). Hal ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 untuk menciptakan bangsa yang unggul, maju, adil, dan makmur.
Sulistiyo, selaku manajer Program Yayasan Amal Khair Yasmin percaya bahwa literasi keuangan adalah kunci untuk mencapai kemandirian finansial dan kesejahteraan masyarakat.
Dan mampu memaknai dan menambah wawasan tentang pemahaman dalam mengelola keuangan yang idelanya adalah diajakarkan sejak dini.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta untuk belajar dan berdiskusi tentang berbagai topik penting terkait keuangan.
“Sosialisasi ini dihadiri lebih dari empat puluh peserta dari berbagai macam kalangan, termasuk guru, pengawas pengambil kebijakan dan juga pelaku entrepreneur dan Masyarakat umum yang ingin meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan.,”katanya.










