Prabowo Ratas Bahas Koperasi dan Sekolah Garuda di Hambalang

banner 468x60

BOGOR, Radarjakarta.id – Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik setelah menggelar rapat terbatas berskala nasional di kediamannya yang ikonik di Hambalang, Jawa Barat. Agenda utama rapat kali ini bukan sekadar koordinasi biasa Presiden membahas dua program strategis yang digadang-gadang akan menjadi fondasi pemerintahan Prabowo-Gibran: Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Garuda.

Rapat terbatas yang digelar pada Senin, 23 Juni 2025 itu dihadiri oleh tokoh-tokoh penting kabinet, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, serta jajaran lintas kementerian lainnya. Dalam unggahan resmi di akun Instagram Sekretariat Kabinet, tampak suasana serius nan fokus ketika para menteri menyimak paparan langsung dari Presiden Prabowo.

“Ini adalah rapat terbatas keempat yang digelar Presiden dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah mempercepat realisasi Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa dan pemutus rantai distribusi yang selama ini merugikan petani dan konsumen,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Koperasi Desa Merah Putih: Pemutus Rantai Mafia Pangan?

Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bukan sekadar jargon kampanye. Pemerintah memastikan program ini akan menjadi garda terdepan dalam memangkas rantai pasok kebutuhan pokok, termasuk pupuk, tabung gas, hingga penyaluran bantuan sosial. Sistem koperasi ini dirancang agar desa-desa di Indonesia tidak lagi bergantung pada tengkulak dan pihak ketiga yang selama ini menjadi perantara mahal.

“Kopdes akan langsung menyalurkan kebutuhan rakyat. Ini bukan koperasi biasa ini adalah alat negara untuk menghadirkan keadilan ekonomi di akar rumput,” ujar Teddy.

Untuk mempercepat pelaksanaan, pemerintah membentuk Satgas Koperasi Merah Putih yang diketuai langsung oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan. Satgas ini akan melibatkan pelaksana harian dan wakil dari berbagai kementerian.

Sekolah Garuda: Cetak Anak Bangsa untuk Taklukkan Dunia

Tak hanya ekonomi desa, Prabowo juga membedah strategi besar di sektor pendidikan. Sekolah Garuda program pendidikan berasrama bertaraf internasional dirancang untuk menjaring siswa-siswa terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air.

“Ini adalah SMA berasrama yang mengadopsi kurikulum nasional dengan penguatan standar pendidikan global. Targetnya, melahirkan generasi pemimpin masa depan Indonesia,” tutur Teddy.

Setiap siswa yang lolos seleksi ketat akan mendapatkan beasiswa penuh tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi. Dengan sistem berbasis prestasi akademik dan uji kompetensi nasional, Sekolah Garuda diharapkan mencetak calon mahasiswa yang siap bersaing di kampus-kampus unggulan dunia.

“Kami ingin anak petani dari pelosok bisa duduk sejajar dengan anak pengusaha di kampus Harvard atau Oxford. Inilah keadilan pendidikan sejati,” tambah Teddy.

Langkah Politik atau Revolusi Sosial?

Rapat terbatas yang digelar tertutup di Hambalang ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo tak ingin buang waktu dalam merealisasikan janji kampanyenya. Dua program besar ini ekonomi desa dan pendidikan elite dipandang sebagai fondasi revolusi sosial yang bisa mengubah wajah Indonesia dalam waktu dekat.

Di tengah skeptisisme publik terhadap efektivitas program-program besar, Prabowo tampaknya ingin membuktikan bahwa kerja nyata bisa dimulai bahkan dari kediaman pribadi di bukit Hambalang.

“Rapat ini bukan simbolisme. Ini adalah langkah konkret. Prabowo mulai membangun dari desa dan dari anak-anak bangsa,” ujar salah satu sumber internal.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.