Rekaman Telepon Bocor Bikin Geger Thailand, PM Minta Maaf

banner 468x60

BANGKOK, Radarjakarta.id – Thailand tengah diguncang badai politik besar setelah rekaman pembicaraan pribadi Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik. Kebocoran ini tak hanya memicu amarah nasional, tapi juga mengguncang fondasi koalisi pemerintahan yang baru terbentuk.

Dalam rekaman yang viral sejak Rabu (18/6), terdengar Paetongtarn berbicara santai dan akrab dengan Hun Sen, menyebut komandan militer Thailand di perbatasan sebagai “pihak lain” yang “hanya ingin terlihat garang”. Bahkan, ia menyebut Hun Sen dengan sapaan akrab “Paman”, dan menyatakan siap menangani langsung setiap persoalan yang timbul.

“Kalau ada apa-apa, bilang saja ke saya. Nanti saya urus,” ujar Paetongtarn dalam percakapan yang kini jadi sorotan seluruh negeri.

Krisis Politik Meletup, Militer Gerah

Komentar itu sontak memicu amarah dari kubu militer. Pasalnya, yang dikritik oleh Paetongtarn adalah komandan Area Angkatan Darat Kedua, tokoh penting dalam menjaga kedaulatan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja yang rawan konflik.

Diketahui, perbincangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara menyusul serangkaian insiden di wilayah perbatasan.

Permintaan Maaf Terbuka: “Saya Tidak Tahu Rekaman Itu Bocor”

Dalam konferensi pers usai pertemuan darurat dengan para jenderal, Kamis (19/6), Paetongtarn menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada rakyat Thailand.

“Saya harus meminta maaf atas apa yang terjadi. Saya benar-benar tidak tahu bahwa percakapan itu direkam,” katanya, dikutip dari The Nation.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada maksud menyinggung pihak militer, dan komentarnya hanya bertujuan meredakan ketegangan dengan Kamboja.

Bersatu Hadapi Ancaman, Pemerintah dan Militer Sepakat Jaga Kedaulatan

Setelah krisis mencuat, Paetongtarn menggelar rapat tertutup dengan para petinggi militer. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan angkatan bersenjata kini harus “berdiri sebagai satu kesatuan” demi menjaga kedaulatan nasional.

“Kita tidak punya waktu untuk saling bertengkar. Ini saatnya bersatu. Pemerintah siap mendukung militer dengan segala cara untuk menjaga kedaulatan Thailand,” tegasnya.

Panggil Dubes Kamboja, Tekanan Politik Meningkat

Merespons krisis, Kementerian Luar Negeri Thailand langsung memanggil Duta Besar Kamboja. Pemerintah juga menegaskan akan melakukan evaluasi ketat terhadap seluruh jalur komunikasi pejabat tinggi negara.

Meski Hun Sen sudah tidak menjabat sebagai PM sejak 2023, perannya masih dominan di Kamboja. Relasinya yang dekat dengan keluarga Shinawatra juga ikut disorot publik, menambah panas suhu politik di Thailand.

Wajah Cantik, Beban Berat

Sebagai putri dari mantan PM kontroversial Thaksin Shinawatra, Paetongtarn sejak awal sudah menghadapi banyak tekanan politik. Kini, rekaman bocor itu menjadi ujian terberatnya dalam memimpin negeri.

“Mulai sekarang, saya akan lebih berhati-hati dengan kata-kata saya. Jika kita bersatu, kita akan selamat dari krisis ini,” katanya, menutup konferensi pers.

Apakah PM Paetongtarn Mampu Bertahan?

Krisis ini bukan sekadar masalah diplomasi, tapi pertarungan legitimasi kekuasaan. Sorotan kini tertuju pada nasib politik Paetongtarn, yang kariernya diprediksi akan terguncang jika kehilangan dukungan militer dan rakyat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.