DEPOK, Radarjakarta.id – Penjual obat-obatan terlarang dengan modus menjual pulsa dan casing telepon genggam berhasil digerebek Kepolisian Polsek Cinere.
Kapolsek Cinere AKP Pesta Hasiholan Siahaan kepada wartawan mengatakan Polsek Cinere membongkar peredaran obat keras dengan dengan menyaru menjual pulsa hingga casing HP.
Dari penggerebekan petugas berhasil mengamankan ratusan butir obat-obatan daftar G dan penjual NJ yang dijadikan tersangka.
AKP Pesta Hasiholan Siahaan menjelaskan bahwa pelaku menjual obat-obatan terlarang itu dengan cara menyaru menjual casing HP dan pulsa.
Bahkan pelaku membuka rolling door tokonya hanya dibuka setengah, hal itu dilakukan untuk menghindari kecurigaan warga hingga pihak Kepolisian.
“Modusnya sangat rapi, sehingga dari luar terlihat seperti toko biasa, padahal jual obat-obatan,”katanya.
Dalam penggerebekan yang dipimpin Kanitreskrim Iptu Firman Mulyadi dan Iptu Suharyoko.
Polisi menemukan ratusan butir obat keras yang disembunyikan di bawah etalase dan di antara barang dagangan lainnya.
Barang bukti yang disita antara lain 464 butir tramadol, 287 butir eksimer, serta berbagai obat penenang seperti alprazolam, pronibal, dan veldimex.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku telah menjalankan bisnis ini selama sekitar enam bulan.
Dalam sehari, pelaku mendapatkan keuntungan mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 600.000.
Pelaku menjual Tramadol dseharga Rp 25.000 per strip, sedangkan eksimer Rp 10.000 untuk 10 tablet.
“Ini dijual bebas ke anak-anak muda, bahkan pelajar di Cinere dan sekitarnya,”katanya.
Kapolsek menambahkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan psikotropika golongan empat pada obat-obatan tersebut.
Pelaku pun dijerat dengan Pasal 435 dan 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Polisi saat ini juga tengah memburu seorang DPO yang diduga sebagai distributor atau pemasok utama obat-obatan tersebut.
Pelaku disebut menerima obat dalam kemasan dari seorang pria yang selalu mengenakan masker dan helm saat menyerahkan barang ke toko.










