Viral! Siswa SD Joget dan Nyawer Biduan Saat Perpisahan, Publik Geram

banner 468x60

TULUNGAGUNG, Radarjakarta.id — Dunia pendidikan kembali dibuat gempar oleh sebuah video yang memperlihatkan pemandangan tak pantas di sebuah acara perpisahan sekolah dasar. Alih-alih menjadi momen haru dan inspiratif, acara tersebut justru berubah menjadi ajang hiburan dewasa lengkap dengan joget dan sawer menyawer.

Video berdurasi sekitar satu menit itu viral di berbagai platform media sosial, memperlihatkan sekelompok siswa berseragam SD berjoget di atas panggung bersama biduan perempuan, bahkan menyelipkan uang ke baju sang penyanyi. Ironisnya, adegan tersebut terjadi di hadapan orang tua siswa yang justru tertawa dan sibuk merekam.

Peristiwa ini terjadi di SDN 1 Kenayan dan SDN 2 Kenayan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (14/6/2025). Acara yang seharusnya menjadi penutup masa belajar siswa kelas VI, malah mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Orang Tua Justru Fasilitasi, Netizen: “Mereka yang Mengajarkan!”

Netizen sontak geram dan mempertanyakan peran serta tanggung jawab orang tua.

“Yang ngajarin siapa? Wali muridnya! Kok bangga anak SD disuruh nyawer?” tulis akun @pendidikcerdas di platform X, yang mendapatkan ribuan tanda suka.

Tak hanya masyarakat umum, berbagai tokoh pendidikan pun ikut bersuara, menyebut peristiwa ini sebagai “potret telanjang krisis moral pendidikan karakter” di Indonesia.

Sekolah Berdalih “Kecolongan”, Publik Tak Terima

Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina, menjelaskan bahwa kegiatan joget dan sawer bukan bagian dari acara resmi sekolah. Pihak sekolah mengaku hanya menyelenggarakan kegiatan sederhana seperti sambutan, pelepasan topi, dan paduan suara.

“Setelah acara resmi selesai, para guru kembali ke ruang guru. Acara tambahan itu murni inisiatif paguyuban wali murid,” ujar Admim, Sabtu (21/6).

Namun, klarifikasi tersebut justru memicu reaksi lebih besar. Banyak pihak menilai sekolah tetap harus bertanggung jawab karena peristiwa terjadi di lingkungan mereka.

> “Kalau sekolah bilang kecolongan, lalu siapa yang jaga nilai moral anak-anak selama di sekolah?” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Tulungagung.

Dinas Pendidikan Gerak Cepat, Wali Murid Minta Maaf

Menyikapi kegaduhan ini, Dinas Pendidikan Tulungagung langsung memberi teguran resmi kepada pihak sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, Rahadi Puspita Bintara, menegaskan bahwa pengawasan terhadap kegiatan sekolah harus diperketat.

“Kami sudah menegur sekolah melalui Kabid Sekolah Dasar. Harapan kami, peristiwa seperti ini tidak boleh terulang kembali,” ujarnya.

Salah satu perwakilan wali murid, berinisial RM, juga menyampaikan permohonan maaf secara tertulis.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan semua yang merasa tidak nyaman atas viralnya video tersebut,” tulis RM.

Potret Buram Pendidikan: Perpisahan Jadi Ajang Dangdut Bebas

Peristiwa ini menambah panjang daftar kejadian yang menunjukkan lemahnya pembinaan karakter anak di lingkungan pendidikan. Banyak yang membandingkan hal ini dengan tren negatif lain seperti tawuran pelajar, konten vulgar di media sosial, hingga merosotnya sopan santun generasi muda.

Pemerhati pendidikan menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan sekolah yang berpotensi membuka ruang bagi perilaku tidak mendidik.

“Ini bukan soal dangdut atau joget. Ini soal masa depan anak-anak. Ketika sekolah dan orang tua sama-sama lalai, yang dikorbankan adalah moral generasi penerus bangsa,” tegas seorang psikolog pendidikan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.