JAKARTA, Radarjakarta.id — Suasana haru sekaligus syukur menyelimuti keluarga besar SMP Santo Kristoforus 1, Jakarta Barat, saat segenap dewan guru berkumpul di Ballroom Luminor Hotel Kawasan Kota di Jakarta Barat pada Senin siang (16/6/2025). Acara bertajuk Farewell & Appreciation Party itu digelar untuk melepas dua guru senior Yulius Const Sai (Guru kesenian) dan Mariati Butar-Butar (Guru matematika) yang akan resmi memasuki masa purna bakti pada Juli mendatang.
Seremonial Hangat dan Apresiasi Melimpah

Acara dibuka dengan doa bersama, Kepala SMP Santo Kristoforus 1, Petrus Laritmas dalam sambutannya menegaskan pentingnya penghormatan bagi tenaga pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya bagi sekolah. Khususnya SMP Santo Kristoforus 1.
“Bapak Const Sai dan Ibu Mariati bukan hanya pengajar, tetapi panutan bagi kami semua. Jejak pengabdian beliau selama puluhan tahun akan terus melekat dalam sejarah sekolah ini,” ujarnya di hadapan dewan guru yang hadir, Senin (16/6).

Sebagai simbol penghargaan, pihak sekolah menyerahkan kenang-kenangan Karikatur dan rangkaian bunga, dan bingkisan khusus. Para guru pun menampilkan lantununan suara merdunya untuk menambah kehangatan suasana.
Perpindahan Tugas: Satu Guru dan Dua Staf Tata Usaha

Selain pelepasan guru pensiun, pihak sekolah juga melepas Asti Silalahi (Guru Bahasa Inggris) yang akan melanjutkan pengabdian di unit lain dalam naungan Yayasan Diannanda di unit SMA Santo Kristoforus 1. Dua staf tata usaha, Yohanes Didik dan Marselina Agnes Welin turut menerima cenderamata sebagai penghargaan sebelum resmi mutasi ke unit administratif berbeda.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Senobius Santi, berharap proses mutasi dapat memperkuat sinergi antarsatuan pendidikan. “Rotasi ini bagian dari penyegaran organisasi agar pelayanan pendidikan semakin optimal,” katanya.
Kilas Balik Dedikasi Para Purna Bakti
Yulius Const Sai telah mengabdi 35 tahun, aktif membimbing tim vokal yang menjuarai puluhan lomba baik tingkat antar sekolah hingga tingkat nasional.
Mariati Butar-butar, mengabdi 24 tahun, Ia dikenal inovatif merancang metode “Matematika Gembira” yang memadukan permainan logika dengan materi ajar.
Kedua guru senior ini kompak menyampaikan pesan kepada generasi penerus. “Tetaplah belajar dengan hati dan jadilah pendidik yang sabar,” kata Mariati. Const Sai menambahkan, “Ilmu tidak hanya ditularkan lewat papan tulis, tapi juga contoh perilaku sehari-hari.”
Penutup Berulang Tahun dan Santap Siang Bersama sembari berbagi kenangan dan berfoto bersama “Kristoforus Memories”.***











