JAKARTA, Radarjakarta.id – Wacana segar kembali bergulir di panggung politik nasional: usulan agar presiden mendatang berasal dari kalangan purnawirawan polisi. Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 1998 (JARI 98), Willy Prakarsa, menyebut nama-nama jenderal purnawirawan Polri yang layak dipertimbangkan untuk masuk bursa calon presiden RI-1.
“Sejauh ini, Indonesia sudah punya presiden dari militer dan sipil, tapi belum ada yang dari polisi,” kata Willy, Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, kehadiran seorang presiden dari kalangan polisi akan memberikan warna baru sekaligus memperkaya dinamika kepemimpinan nasional.
Willy memaparkan sejumlah keunggulan yang dimiliki para jenderal purnawirawan polisi. Mulai dari pengalaman penegakan hukum dan ketertiban, hingga kemampuan manajerial dalam situasi krisis.
“Polisi itu tiap hari langsung bersentuhan dengan masyarakat, memahami denyut sosial yang paling dasar,” ujarnya.
Selain itu, purnawirawan polisi dinilai punya keunggulan dalam penguasaan isu keamanan, baik domestik maupun global. “Keamanan nasional itu sangat penting. Presiden yang paham betul soal ini akan jadi nilai lebih,” tambahnya.
Namun, Willy juga menegaskan, tantangan besar tetap ada. Perlu ada jalur politik yang kuat dan persepsi publik yang mendukung.
“Jangan hanya wacana, tapi harus ada langkah konkret,” tegasnya.
Siapa saja tokoh yang dinilai cocok? JARI 98 menyebut empat nama besar: Jenderal (Purn) Tito Karnavian, Jenderal (Purn) Sutarman, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, dan Jenderal (Purn) Timur Pradopo.
Menurut Willy, nama-nama ini bukan hanya punya rekam jejak gemilang di kepolisian, tetapi juga modal kepemimpinan yang patut diperhitungkan di panggung nasional.
“Gagasan ini adalah peluang besar. Siapa tahu, masa depan Indonesia bisa diraih oleh seorang jenderal purnawirawan Polri yang bertransformasi menjadi pemimpin rakyat,” pungkasnya.











