Srikandi TP Sriwijaya Rayakan HLUN ke-29, Luncurkan Sekolah Lansia

banner 468x60

Nyimas Aliah SE. S.Sos, M.I.Kom, Ketua Umum Srikandi TP. Sriwijaya, memberikan sambutan penuh semangat dalam peringatan HLUN ke-29 Tahun 2025 di Hotel Azana Suite Antadari, Jakarta, Minggu (1/6/2025).

JAKARTA, Radarjakarta.id – Dalam momentum Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29, Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya tampil penuh energi dengan meluncurkan sebuah program inovatif yang menjadi terobosan baru di Indonesia: Sekolah Lansia Srikandi TP. Sriwijaya. Acara yang digelar di Hotel Azana Suite Antadari, Jakarta, Minggu (1/6/2025) ini membawa pesan kuat tentang pemberdayaan lansia sebagai motor perubahan sosial dan ekonomi.

Mengusung tema nasional “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera,” serta tema khusus organisasi, “Srikandi TP. Sriwijaya Berdaya, Bahagiakan Diri dan Masyarakat,” kegiatan ini menegaskan peran perempuan dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan kaum lansia di tengah tantangan demografi Indonesia.

Nyimas Aliah, Ketua Umum Srikandi TP. Sriwijaya, membuka acara dengan sambutan hangat penuh harapan. Ia menyoroti fakta bahwa saat ini Indonesia memiliki sekitar 32,4 juta lansia, mayoritas perempuan, dengan sebagian besar menghadapi keterbatasan ekonomi dan sosial.

“80% lansia hidup dengan penghasilan di bawah Rp50.000 per hari, dan 14% perempuan lansia bahkan hidup sendiri tanpa dukungan. Ini tantangan besar sekaligus peluang bagi kita untuk menciptakan masyarakat ramah lansia yang inklusif dan berdaya,” ujar Nyimas.

Sekolah Lansia Srikandi TP. Sriwijaya yang diluncurkan di acara ini akan menjadi pusat pemberdayaan lansia dengan pendekatan holistik: dari kesehatan, keterampilan sosial dan ekonomi, hingga penguasaan teknologi. Program ini rencananya akan dikembangkan di lima provinsi kawasan Belajasumba, termasuk Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, dan Bengkulu.

Deputi BKKBN, Nopian Andusti, dan Direktur Sekolah Ramah Lansia DKI Jakarta, dr. Soeharijanto Ary Soekadi, MPsiT, turut hadir mendukung langkah strategis ini. Dr. Soeharijanto menegaskan, “Ini adalah bentuk nyata semangat gotong royong untuk menciptakan lansia yang mandiri, sehat, dan bahagia.”

Dalam acara yang juga dihadiri tokoh nasional dan pemuka masyarakat ini, Nyimas Aliah menekankan pentingnya memberi ruang bagi lansia untuk terus berkarya, baik sebagai kader Posyandu, pendidik PAUD, penggerak lingkungan, maupun mitra dalam berbagai program pemberdayaan keluarga.

“Usia bukan penghalang untuk berkarya. Justru pengalaman dan keteladanan lansia menjadi inspirasi bagi generasi muda,” tegas Nyimas, menutup acara dengan pesan penuh semangat.

Peringatan HLUN ke-29 ini membuktikan bahwa lansia bukan hanya untuk dirawat, tapi juga harus dihargai, didengar, dan diberdayakan sebagai sumber kebijaksanaan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkeadilan. | Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.