Pegawai Rutan Kompak Teriakkan “Perang Lawan Narkoba!” di Bangil

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Pasuruan – Suasana di Rutan Kelas IIB Bangil mendadak berubah tegang namun penuh semangat, Jumat (30/05). Puluhan petugas pemasyarakatan berdiri tegak di bawah terik matahari, tangan mengepal, suara lantang menggema: “Kami perang melawan narkoba!”

Inilah momen bersejarah: Deklarasi Anti Narkoba yang dicanangkan langsung oleh Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, bukan sekadar seremoni. Ini adalah tanda dimulainya babak baru—era tanpa kompromi terhadap narkoba dan peredaran handphone ilegal di balik jeruji.

Tak Ada Ampun Bagi Narkoba

Dalam pidato yang mengguncang semangat para pegawai, Yanuar menyuarakan ultimatum keras:

“Ini bukan janji kosong. Ini perlawanan nyata. Narkoba dan handphone ilegal adalah musuh kita bersama dan tidak akan kita biarkan meracuni sistem pemasyarakatan!”

Langkah ini disebut-sebut sebagai “titik balik” dalam pembenahan integritas lembaga pemasyarakatan. Tidak hanya berhenti pada kata-kata, para pejabat struktural secara bergantian menandatangani deklarasi di hadapan seluruh peserta apel, menjadi simbol komitmen yang tak bisa ditarik kembali.

Ikrar Bergema, Moral Ditegakkan

Setelah itu, suasana kian membara. Seluruh pegawai mengucapkan ikrar bersama sebuah sumpah yang menggema hingga ke balik dinding-dinding rutan:

“Kami, petugas Rutan Bangil, bersumpah melawan narkoba! Tidak akan mentolerir pelanggaran! Demi integritas dan masa depan yang bersih!”

Ikrar itu bukan sekadar seremonial. Itu adalah penegasan moral, etika, dan kehormatan profesi. Langkah konkret ini juga akan disusul dengan penguatan pengawasan internal dan penerapan sanksi tegas bagi pelanggar.

Momen Bersejarah Diabadikan

Apel ditutup dengan foto bersama, di mana wajah-wajah penuh tekad dan harapan tertangkap kamera. Satu per satu pegawai berpose dengan tangan mengepal, menyuarakan pesan: “Kami siap menjadi garda terdepan dalam membersihkan rutan dari narkoba!”

Rutan Bangil Siap Jadi Role Model Nasional

Langkah berani ini menuai pujian dari berbagai kalangan. Banyak yang menyebut Rutan Bangil layak menjadi role model nasional dalam reformasi pemasyarakatan berbasis integritas dan kemanusiaan.

“Ini bukan sekadar pencitraan. Ini revolusi mental,” ujar salah satu pengamat pemasyarakatan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan deklarasi ini, Rutan Bangil tak hanya ingin bersih dari narkoba. Mereka ingin menginspirasi. Memberi contoh. Menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin dan harus dimulai dari dalam. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.