RADAR JAKARTA|Jakarta – Sejarah baru perfilman Indonesia kembali tercipta. Film animasi karya anak bangsa, “JUMBO”, resmi menembus 10 juta penonton di bioskop pada Kamis, 29 Mei 2025, menjadikannya film Indonesia kedua yang berhasil mencapai tonggak monumental ini setelah “KKN di Desa Penari” (2022).
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Cinepoint, “JUMBO” mengalami lonjakan penonton harian sebesar 145,02 persen, dengan tambahan 37.655 penonton dalam satu hari. Angka totalnya kini mencapai 10.009.853 penonton, mencengangkan industri dan publik sekaligus.
“Film Indonesia ke-2 yang mencapai 10 juta penonton—dan ini animasi. Jumbo telah melakukan apa yang dulu terasa mustahil: membuat sejarah dengan sepenuh hati,” tulis akun @Cinepoint dalam unggahan di platform X.
Raih Puncak di Tengah Persaingan Ketat
Dirilis pada 31 Maret 2025, film produksi Visinema Studios, Springboard, dan Anami Films ini memperlihatkan stamina luar biasa selama 60 hari tayang. Bahkan di hari ke-60, “JUMBO” masih mampu mengumpulkan lebih dari 30 ribu penonton, meski jumlah tayangnya hanya 560 showtime jauh lebih sedikit dibanding awal rilis.
Dengan pencapaian ini, “JUMBO” kini memuncaki daftar film Indonesia terlaris tahun 2025, mengungguli film-film besar lain seperti:
Pabrik Gula (4,72 juta penonton),
Petaka Gunung Gede (3,2 juta penonton),
serta film internasional seperti Mission: Impossible 8 (1,5 juta penonton) dan Final Destination 6 (1,59 juta penonton).
Film lokal lainnya seperti Waktu Maghrib 2 juga tampil gemilang dengan tambahan 95.806 penonton, sementara Gundik mengalami penurunan sebesar 11,75 persen namun masih mengantongi 376.185 penonton secara total.
Siap Kalahkan ‘KKN di Desa Penari’?
Dengan torehan 10 juta penonton lebih, “JUMBO” hanya terpaut sekitar 50 ribu penonton dari “KKN di Desa Penari” yang masih memegang rekor sepanjang masa dengan 10,06 juta penonton. Jika tren ini berlanjut, besar kemungkinan “JUMBO” akan merebut posisi puncak dan dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa — sekaligus film animasi pertama yang mencapai prestasi tersebut.
Film ini sebelumnya sudah melampaui rekor “Agak Laen” (9,125 juta penonton), menegaskan dominasinya sebagai animasi Indonesia paling sukses sepanjang sejarah.
Momen Haru Sang Sutradara
Di balik angka fantastis ini, tersimpan kisah emosional dari sang sutradara, Ryan Adriandhy. Melalui akun X pribadinya, Ryan membagikan momen haru dengan mempersembahkan kesuksesan “JUMBO” kepada mendiang ibunda tercinta.
“Kita berhasil, Ma. Atas izin Allah, kita berhasil, Ma,” tulis Ryan sambil membagikan foto kenangan bersama sang ibu.
“Andai aku bisa cerita langsung. Tentang apa yang baru saja terjadi. Aku tidak sabar menunggu kita bertemu lagi.”
“Nanti kita akan lebih bahagia dari foto ini, karena saat itu, pelukan dan obrolan kita tak akan pernah berakhir.”
Unggahan tersebut langsung viral dan menyentuh banyak hati netizen, menambah nilai emosional di balik keberhasilan film ini.
Suara BCL dan Ariel Noah, Animasi Berkualitas, dan Cerita yang Mengena
Kesuksesan “JUMBO” bukan tanpa alasan. Dengan kualitas animasi yang memukau, suara dari dua bintang besar, Bunga Citra Lestari (BCL) dan Ariel Noah, serta alur cerita yang kuat dan menyentuh, film ini berhasil menjangkau lintas usia dan lintas kalangan.
Daya tarik inilah yang menjadikan “JUMBO” bukan sekadar tontonan keluarga, tetapi juga simbol kemajuan industri animasi dan perfilman nasional.
Apakah ‘JUMBO’ Akan Resmi Jadi Raja Box Office Indonesia?
Dengan momentum libur panjang dan antusiasme yang belum mereda, tinggal menunggu waktu sebelum “JUMBO” benar-benar menggeser ‘KKN di Desa Penari’ dari takhta film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Satu hal yang pasti: “JUMBO” telah menorehkan sejarah, bukan hanya untuk animasi lokal, tapi juga bagi seluruh perfilman Indonesia.(*)
‘JUMBO’ Tembus 10 Juta Penonton! Film Animasi Lokal Ini Resmi Cetak Sejarah Baru di Indonesia










