RADAR JAKARTA|Tulungagung – Dalam sebuah momen yang memicu decak kagum dan viral di berbagai platform media sosial, seluruh jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menggelar deklarasi berani yang menggegerkan publik: “Perang Total Melawan Narkoba dan HP Ilegal di Dalam Penjara!”
Tepat pukul 08.00 WIB pagi tadi, halaman apel Lapas mendadak berubah menjadi arena tekad dan integritas. Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, para petugas satu suara mengucapkan sumpah monumental untuk menutup rapat semua celah penyelundupan narkoba dan telepon genggam dua musuh besar keamanan lapas modern.
Tiga Poin Deklarasi yang Mengguncang
Dalam ikrar keras tersebut, Ma’ruf dan seluruh timnya menegaskan:
1. “Perang Tanpa Ampun!” terhadap narkoba dan telepon genggam ilegal.
2. “Tindak Tegas Tanpa Pandang Bulu!” terhadap siapapun yang melanggar.
3. “Zero Toleransi Adalah Harga Mati!” demi menjaga marwah Lapas Tulungagung.
Dari Seremonial ke Aksi Nyata
“Deklarasi ini bukan hanya seremonial kosong. Ini adalah garis awal dari revolusi integritas. Tidak ada ruang kompromi. Bila ada yang bermain, kami tidak akan segan menindak bahkan dari dalam,” tegas Ma’ruf dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah para petugas.
Publik Bereaksi: “Ini Baru Lapas Berani!”
Langkah tegas ini langsung jadi sorotan. Tagar #HargaMatiTanpaHP #ZeroNarkobaLapas mulai ramai dibicarakan netizen yang mengapresiasi transparansi dan keberanian Lapas Tulungagung. Banyak yang berharap, deklarasi ini menjadi model reformasi nasional dalam pemberantasan peredaran narkoba di balik jeruji besi.
Komitmen Jangka Panjang
Ma’ruf memastikan bahwa deklarasi ini akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata: pengawasan ekstra, razia mendadak, kerja sama dengan aparat penegak hukum, serta sistem evaluasi berkala. “Kami ingin masyarakat tahu: Lapas Tulungagung bukan tempat kompromi bagi kejahatan,” tandasnya.
Di tengah sorotan terhadap Lapas di berbagai daerah, aksi ini menjadi titik terang. Ketika banyak penjara dikritik karena kebocoran pengawasan, Lapas Tulungagung justru menantang arus dan berani bersumpah di depan publik.
|Eva*











