Tahlil & Doa Rutin, Lapas Purwokerto Bangun Jiwa Religius

banner 468x60

RADAR JAKARTA |Purwokerto – Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya profesional tapi juga penuh nilai spiritual, Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menggelar kegiatan tahlil dan doa bersama secara rutin. Bertempat di Masjid At-Taubah dalam area lapas, kegiatan yang digelar pada Jumat (23/5) ini diikuti seluruh jajaran pegawai dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah. Lebih dari itu, tahlil dan doa bersama menjadi momentum penting untuk membangun karakter pegawai yang religius, solid, dan berjiwa sosial tinggi. Menurut Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat), Reza Adiyatma, kegiatan ini telah menjadi agenda tetap setiap Jumat pagi sebagai sarana menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

“Kegiatan ini sangat besar manfaatnya. Selain mendoakan keselamatan bersama, kami berharap semangat kebersamaan ini dapat membuat Lapas IIA Purwokerto senantiasa aman dan kondusif,” ungkap Reza.

Seiring dengan meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas, Lapas Purwokerto menyadari pentingnya pembinaan pegawai tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga spiritual dan emosional. Tahlil dan doa bersama pun menjadi ruang refleksi sekaligus perekat hubungan antarsesama pegawai.

Kegiatan ini juga memperkuat budaya organisasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, seperti kekompakan, ketulusan, dan tanggung jawab. Harapannya, pembinaan mental spiritual seperti ini dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin humanis dan bermartabat.

Dengan langkah sederhana namun berdampak besar ini, Lapas Purwokerto memberi contoh bahwa kekuatan spiritual mampu menjadi energi positif dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan berkarakter.

(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.