Tokoh Muda Desak Pemerintah Jadikan HB II Pahlawan Nasional

banner 468x60

RADAR JAKARTA |Jakarta — Gelombang dukungan mengalir deras dari para tokoh muda Indonesia untuk mengangkat kembali nama Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) sebagai Pahlawan Nasional. Dalam pertemuan penuh semangat bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, mereka menyerukan pentingnya mengenalkan kembali sosok raja pejuang ini ke publik, terutama generasi muda.

Pertemuan tersebut bukan sekadar simbolis. RM. Fajar Bagoes Sampurno, keturunan langsung HB II dan Ketua Lembaga Vasiati Socaning Lukika, menyuarakan harapan besar keluarga besar HB II.
“Beliau bukan hanya seorang raja, tapi juga pejuang gigih yang berdiri di garis depan melawan penjajah. Sudah waktunya bangsa ini memberi penghargaan yang layak,” tegasnya.

Tak hanya keluarga, organisasi kepemudaan seperti Bintang Muda Indonesia (BMI) juga ikut bersuara. Farkhan Evendi, Ketua Umum BMI, menilai kisah HB II bisa menjadi sumber inspirasi nasional.
“Kalau Diponegoro dikenal luas, kenapa HB II dilupakan? Ini soal keadilan sejarah,” ujarnya dengan nada geram.

Wamensos Agus Jabo menyambut baik desakan tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh-tokoh yang memenuhi kriteria sejarah dan kontribusi.
“Nama-nama besar seperti HB II adalah bagian penting dari identitas bangsa. Kami siap mendukung proses ini,” katanya.

Dukungan akademik pun mengalir. Utami Oentoro, dosen Universitas Bung Karno, menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam mengangkat sosok-sosok sejarah yang ‘terlupakan’.
“Jangan sampai sejarah kita hanya dihafal, tapi tak dipahami. Mahasiswa harus tahu siapa HB II, bukan hanya karena nama jalan,” sindirnya.

Diskusi ini menghasilkan langkah konkret: dari seminar nasional, riset akademik, hingga kampanye digital agar HB II tak lagi jadi “pahlawan bayangan”. Dedi, pemerhati sosial yang turut hadir, menambahkan,
“Sejarah itu bisa keren, asal dikemas menarik. Kita akan buat konten edukatif yang viral untuk membumikan perjuangan HB II.”

HB II dikenal sebagai sosok yang berani melawan dominasi kolonial Belanda saat memimpin Kesultanan Yogyakarta antara tahun 1792–1812. Meski kiprahnya luar biasa, namanya belum sepenuhnya diakui sejajar dengan pejuang besar lainnya.

Kini, para tokoh muda bersatu: #HB2PahlawanNasional mulai digaungkan di media sosial, dan proposal resmi tengah disiapkan. Dengan kolaborasi lintas generasi, sejarah besar HB II akan kembali bergema dan bangsa Indonesia akan mengenang kembali salah satu pejuangnya yang terlupakan.(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.