Ratusan WNI Korban Kekerasan Brutal, DPR Larang WNI ke Kamboja

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Jakarta – Indonesia diguncang kabar mengejutkan! Ratusan WNI dilaporkan menjadi korban penyekapan, intimidasi, hingga kekerasan brutal saat bekerja di Kamboja. Bahkan, sebagian di antaranya dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi tragis.

Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia, dengan lantang buka suara dan mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diduga kuat melibatkan sindikat lintas negara.

“Saya menyampaikan duka mendalam untuk para keluarga korban. Ini bukan tragedi biasa ini adalah alarm bahaya besar bagi kita semua!” ujar Lola dalam pernyataan resminya, Selasa (13/5/2025).

Jumlah Kasus Meledak! 1.301 WNI Bermasalah di Kamboja, Mayoritas Terkait Penipuan Online

Laporan mengejutkan datang dari kuartal pertama tahun 2025. Sebanyak 1.301 kasus WNI bermasalah terdeteksi di Kamboja dan lebih dari 85% terkait penipuan daring yang menjurus pada TPPO.

“Ini sudah darurat! Tak bisa lagi kita anggap enteng,” tegas Lola.

DPR: “Kamboja Bukan Negara Penempatan Resmi PMI, Tapi Mengapa Ribuan WNI Masih Berangkat?”

Lola mengaku kaget ketika mengetahui bahwa Kamboja tak terdaftar sebagai negara penempatan resmi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun ironisnya, masih banyak WNI yang berangkat secara ilegal tanpa perlindungan hukum.

“Kita harus bongkar siapa yang bermain di balik ini semua. Jangan sampai ada yang menutup-nutupi!” tegas politisi NasDem itu.

Tuntutan Tegas ke Polri dan Kemenlu: Tambah Atase Polisi di Phnom Penh!

Lola meminta Polri dan Kemenlu segera menambah atase kepolisian di KBRI Phnom Penh untuk mempercepat penanganan kasus dan membongkar jaringan TPPO lintas negara.

“Ini bukan sekadar soal keamanan, ini soal nyawa! Sudah ada MoU antara Polri dan Kepolisian Kamboja sejak 2023, kenapa belum maksimal dijalankan?”

Sindikat TPPO Berkedok Lowongan Kerja di Luar Negeri: Gen Z Jadi Sasaran Utama!

Mirisnya, para pelaku TPPO disebut kerap menyasar anak-anak muda Gen Z dari kelas menengah dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di luar negeri.

“Anak muda semangat itu bagus. Tapi jangan sampai semangat jadi jerat maut. Cek ulang informasi! Tanya berkali-kali sebelum berangkat!” imbau Lola.

Desakan Publik: Umumkan Nama-Nama Pelaku TPPO ke Muka Publik!

Lola juga mendorong Polri bekerja sama dengan media dan influencer untuk membuka nama-nama pelaku TPPO yang sudah divonis, termasuk 7 tersangka yang ditangkap Desember 2024 oleh Polda Metro Jaya.

“Rakyat berhak tahu siapa dalang di balik tragedi ini. Jangan ada lagi korban berikutnya!”

Netizen Bereaksi Keras: #StopTPPO Trending di Media Sosial!

Berita ini sontak menyulut emosi publik. Netizen ramai-ramai menyuarakan kemarahan dan kekecewaan di media sosial. Tagar #StopTPPO, #SelamatkanWNI, dan #UsutTuntasSindikat langsung trending di berbagai platform digital.

Apakah negara akan terus diam melihat rakyatnya jadi korban di negeri orang? Atau kini saatnya bertindak? Suara rakyat semakin lantang: “Lindungi WNI! Hukum para pelaku!” (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.